Sinar5news.com – Selong – Rapat Koordinasi terkait pelaksanaan Car Free Day(CFD) dikota selong Lombok Timur telah dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Drs. Mahsin yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Drs.M.Zaini, Kepala Dinas Pariwisata Dr.Mugni,M.Pd dan beberapa pimpinan OPD terkait serta Forum lalu lintas Angkatan Jalan(FLLAJ). Rabu(05/01/2020).
Menurut Mahsin pelaksanaan Car Free Day ini sesuai deengan apa yang diusulkan oleh Dinas Pariwisata Lombok Timur dan sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Lombok Timur Nomor : 188.45/20/HUBKOMINFO/2013. Karena Car Free Day ini pernah dilaksanakan pada tahun 2013.

“Bapak Bupati dan Wakil Bupati banyak memesan kita bagaimana membangun semangat berkinerja yang baik, dengan membangun komitmen yang kuat,bersinergi,berkoordinasi bekerjasama. Seperti pada rapat kita hari ini adalah menindak lanjuti arahan Bapak Bupati untuk mewujudkan JBM(Jalan Bebas Mobil Motor) sesuai dengan usulan dari Dinas Pariwisata,” Ungkap Mahsin.
Pada rapat tersebut juga dibahas soal bahasa yang digunakan karena masyarakat Indonesia sudah latah dengan bahasa Car Free Day yang jika diartikan sama dengan Hari Bebas Mobil. Sehingga hal tersebut dikritisi oleh Dr.Mugni dan dialih bahasakan menjadi JBM(Jalan Bebas Mobil Motor).
Hal itu juga dibenarkan oleh pakar per lalu lintasan Unram Made Mahendra,ST,MT dan menyetujui kalau istilah Car Free Day(CFD) dig anti istilahnya menjadi JBMM.

“Memang kita semua bahkan diseluruh dunia sudah latah dengan CFD padahal yang paling benar dari segi bahasa adalah Hari Bebas Kendaraan Bermotor(HBKB) seperti yang disampaikan oleh Kadis Pariwisata tadi juga tidak masalah,” Kata mahendra.
Dalam rapat koordinasi tersebut akhirnya menyepakati bahwa JBMM untuk tingkat Lombok timur akan dimulai pada hari ahad 16 Februari 2020 mendatang mulai pukul 06.00 wit – 11.00 wita. Jalur JBM mulai perempatan BRI depan taman Selong sampai dengan perempatan dekat SMAN Selong ruas jalan satu arah (Jln.TGKH.Zainuddin Abdul Majid).
Melalui JBMM ini diharapkan akan menjadi ajang silaturrahmi anatara pejabat dan masyarakat Lombok Timur dan tumbuh usaha-usaha ekonomi masyarakat baik yang berupa makanan,minuman,pakaian dan hasil-hasil pertanian masyarakat.
“Ajang JBMM ini menjadi wadah silaturrahmi antara pejabat dan masyarakat,dan ajang promosi produk-produk local, bisa saja sehabis jalan-jalan pejabat dan masyarakat duduk-duduk minum kopi, bisa juga menjual souvenir-suvenir khas Lombok timur,pakaian,makanan ringan khas lotim sperti jajanan serabi lak-lak, atau juga misalnya sembalun yang produksi strobery bisa jual stobery diajang JBMM dan lainnya,” Ungkap Kadis pariwisata Dr.Mugni.
Dari rapat koordinasi itu juga diharapkan JBMM ini berjalan secara terus menerus pada setiap hari ahad sesuai dengan jadwal yang ada. Dan tidak terulang kembali karena pada tahun 2013 lalu sudah diadakan tetapi tidak bisa berjalan secara kontinyu atau terus menerus.(Bul)



