TANYA JAWAB AGAMA ISLAM EDISI 3 AGUSTUS 2020 BERSAMA TGH. L. HUSNAN SAYUTHI, QH DI RADIO HAMZANWADI PANCOR LOTIM NTB

TANYA JAWAB AGAMA ISLAM EDISI 3 AGUSTUS 2020 BERSAMA TGH. L. HUSNAN SAYUTHI, QH DI RADIO HAMZANWADI PANCOR LOTIM NTB

Pertanyaan 1 :
Apa hukumnya orang tua melarang anaknya menikah padahal sudah saatnya harus menikah?

Jawaban :
Jika anaknya sudah mampu untuk menikah baik dari segi mental maupun finansial, maka orang tua tidak boleh melarang anaknya menikah, apalagi anaknya perempuan ini lebih diprioritaskan. Kalau orang tuanya melarang untuk menikah, maka dikhawatirkan terjadi fitnah dan kerusakan moral di muka bumi. Hal ini disampaikan oleh Rasululullah SAW dalam sabdanya :

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوْهُ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيْضٌ

“Apabila seseorang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian untuk meminang wanita kalian, maka hendaknya kalian menikahkan orang tersebut dengan wanita kalian. Bila kalian tidak melakukannya niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. At-Tirmidzi no. 1084, dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Al-Irwa’ no. 1868, Ash-Shahihah no. 1022)

Sumber : https://asysyariah.com/tawaran-kepada-orang-shalih/

Pertanyaan 2 :
Apa kiat kita agar bisa shalat dengan khusyu’?

Jawaban :
Imam Al-Ghozali dalam Kitabnya Bidayatul Hidayah menyampaikan beberapa tips agar bisa khusyuk dalam salat.

1. Muliakan Adab Salat
Apabila engkau telah selesai membersihkan kotoran dan najis yang terdapat di badan, pakaian, dan tempat salat, juga engkau telah menutup aurat dari pusar sampai dengkul, maka berdirilah menghadap ke arah kiblat. Berdirilah dengan kaki yang lurus, tapi tidak dirapatkan sedangkan engkau berada dalam posisi tegak. Lalu bacalah Surat An-Naas guna berlindung dari setan yang terkutuk.

2. Buang Segala Bisikan dan Was-was
Buanglah segala bisikan dan rasa was-was. Perhatikan kepada siapa engkau sedang menghadap dan bermunajat sekarang. Hendaknya engkau malu untuk bermunajat kepada Tuhan dengan hati yang lalai dan dada yang penuh dengan bisikan dunia beserta kebejatan syahwat.

3. Sembahlah Allah Seakan-akan Engkau Melihat-Nya
Sadarlah bahwa Allah SWT mengetahui semua yang tersembunyi di dalam dirimu dan melihat hatimu. Allah hanya menerima salatmu sesuai dengan kadar kekhusyukan, ketundukan, dan ketawaduanmu. Sembahlah Allah dalam salatmu seakan-akan engkau melihat-Nya. Apabila engkau tak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.

4. Hadirkan Hati
Jika hatimu tidak hadir dan anggota badanmu tidak bisa tenang maka hal itu disebabkan engkau tidak betul-betul mengenal keagungan-Nya. Maka tanyakanlah jika ada seorang saleh di antara keluargamu yang melihatmu ketika engkau salat. Pada saat itu, pasti hatimu akan khusyuk dan anggota badanmu akan tenang. Lalu, tanyakan pada dirimu, “wahai jiwa yang buruk, tidakkah engkau malu kepada Pencipta dan Tuanmu?”

5. Jika Hati Masih Lalai, Perbanyak Istighfar
Apabila engkau mampu salat khusyuk dan tenang karena dilihat seorang hamba yang hina, sementara engkau mengetahui bahwa Allah melihatmu tapi engkau tak takut pada keagungan-Nya, betapa durhakanya perbuatan itu. Obatilah hatimu karena salatmu hanyalah saat engkau sadar kepadanya. Adapun salat yang engkau kerjakan dengan hati yang lalai dan lupa, maka ia butuh istigfar dan perenungan.

Kemudian Imam Al-Ghozali memberikan nasihat, manakala hatimu sudah hadir, jangan lupa mengucapkan iqamah kalau engkau salat sendirian. Tapi, jika engkau menunggu datangnya jamaah yang lain hendaknya engkau melakukan adzan lalu iqamah.

Sumber : https://kalam.sindonews.com/berita/1403782/69/5-kiat-agar-khusyuk-dalam-salat

Pertanyaan 3 :
Apabila orang tua kita sudah meninggal dunia apakah masih ada kewajiban berbakti kepada mereka?

Jawaban :
Masih ada. Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 dan Ibnu Majah no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Sumber : https://rumaysho.com/11752-cara-berbakti-pada-orang-tua-setelah-mereka-tiada.html

Penulis :

Marolah Abu Akrom (crew media SinarLIMA/Sinar5News.com)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA