Sinar5news.com – Mataram – Forum Guru Honor Agama (FGHA) Kota Mataram terus berupaya menyuarakan nasib guru honor agama di lingkup kota mataram pada seleksi PPPK tahun 2022.
Bertempat di halaman Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB. Forum Guru Honor Agama (FGHA) Kota Mataram kembali menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan guru agama dari masing-masing kecamatan di kota mataram, Senin (10/01/2022).
Mereka berharap pada seleksi PPPK tahun 2022 ini guru agama di kota mataram mendapatkan formasi layaknya guru agama di kabupaten/kota yang lain di NTB. Mengingat pada seleksi PPPK tahun 2021 sebelumnya guru agama di kota mataram tidak mendapatkan formasi dari pemerintah.

Hal ini tentu memilukan bagi guru agama di kota mataram. Mengingat peran guru agama dalam membina ahlak dan karakter peserta didik sangatlah tidak sebanding dengan perhatian pemerintah yang terkesan di anggap sebelah mata.
Ketua FGHA Kota Mataram Ustaz Abdul Hayi mengatakan bahwa dirinya dan seluruh guru honor agama di kota mataram akan terus berupaya menyuarakan hak mereka kepada pemerintah.
“Guru agama tidak perlu berkecil hati, kita tetap bersemangat meskipun tahun 2022 ini guru agama belum mendapatkan kejelasan apakah mendapatkan formasi P3K atau tidak”, ucapnya.
Dirinya mengaku telah mendapatkan informasi dari Kabid Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Mataram perihal pengusulan formasi P3K untuk guru agama di kota mataram, namun hal itu belum pasti.

“Dari dinas sendiri sudah memberikan informasi kepada kami bahwa dari total guru agama SD, SMP yang berjumlah 415 orang itu, untuk guru PAI diusulkan sebanyak 114 dan guru agama non Islam secara keseluruhan diusulkan sebanyak 146. Namun itu semua belum ada kejelasan dan kepastian akan diterima atau tidaknya sehingga kami terus berupaya mendorong pemerintah kota mataram untuk tetap mengawal itu”, jelas Abdul Hayi.
Sementara itu, Koordinator guru honor agama kecamatan Cakra dan Sandubaya kota mataram Ustaz Masri berharap agar Wali Kota Mataram selaku pemegang kebijakan di pemerintahan kota mataram mendengar keluhan guru honor agama tersebut.
“kami berharap keluhan para guru honor agama kota mataram ini di dengar oleh bapak Wali Kota Mataram sehingga mendapatkan solusi yang baik”, harapnya. (Man)




