Ternyata ini cara menguatkan hafalan

Ternyata ini cara menguatkan hafalan

Ingatan adalah modal utama bagi penuntut ilmu, karena sehebat apapun guru menjelaskan, atau sebagus apapun metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pelajarannya, kalau siswa yang diajarkan memiliki ingatan yang lemah, tetap saja pelajaran yang di dapat akan seperti kata pepatah “masuk telinga yang kanan dan keluar dari telinga yang kiri. Karena apa yang telah dia dengar tidak bisa menempel dalam ingatannya.

Demikian pentingnya peran ingatan dalam proses pembelajaran, sehingga menjadi sebuah penentu kemajuan peserta didik dan mendorong berbagai unsur, baik itu dari guru, orang tua dan pemerintah untuk berperan aktif memperhatikan solusi bagaimana caranya meningkatkan ingatan anak didik kita supaya mereka dengan mudah dapat mengingat ilmu yang telah dipelajari.

Telah kita ketahui bersama, bahwa Islam datang ditengah kita sebagai rahmat bagi manusia, memberikan petunjuk dan menjadi pedoman hidup. Lebih dari itu, dia juga menjadi pedoman yang memberikan arahan dan solusi dalam mengarungi kehidupan. Solusi dalam segala urusan, baik urusan dunia ataupun urusan akhirat, atau urusan lainnya seperti sosial, budaya, pendidikan dll.

Dalam ibadah yang diperintahkan kepada kita pasti memiliki keistimewaan tersendiri bagi setiap yang mengamalkannya dengan ikhlas dan Istikomah, misalnya seperti bersiwak, dia memiliki keistimewaan yang sangat banyak, diantaranya adalah menguatkan ingatan (hafalan), sebagaimana perkataan Ali Bin Abi Thalib;

وَقَالَ سَيِّدُنَاعَلِيٌّ كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهُ : السِّوَاكُ يَزِيْدُ فِى الْحِفْظِ وَيُذْهِبُ الْبَلْغَمَ.

Sayyidina Ali berkata, “Bersugi (bersiwak) itu bisa menambah kuat hafalan dan dapat menghilangkan dahak.” (Al Ihyaa’, hlm. 114, jilid 1)

Dari perkataan Ali RA diatas dapat diambil dua keutamaan bersiwak yang sangat baik bagi kita yaitu :
1. Mudah dan cepat menghafalkan sesuatu, tidak lekas lupa.
2. Dapat menghilangkan dahak.

Bersiwak bisa dengan menggunakan bahan apa saja yang kita kira – kira bisa mengangkat atau menyerap kotoran gigi. Misalnya saja seperti sikat gigi, kain, tisu, dan sejenisnya dari yang bisa mengangkat atau menyerap. Apabila bersiwak (bersugi) menggunakan yang lebih Afdhal sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi dengan menggunakan pelapah kurma, kayu zaitun, kayu siwak yang ada di Arab Saudi yang biasa dibawa oleh jamaah haji, dan banyak dijual di toko-toko herbal, adalah lebih disunnahkan dari alat yang lainnya.

Adapun waktu menggunakan siwak biar hasilnya lebih terasa, dilakukan sesering dan sekuat mungkin, bisa dilakukan kapanpun, terlebih utama apabila sedang hendak berwudhu, shalat, mengaji, belajar, dan ketika lama diam tidak bicara, atau baru bangun dari tidur.

Dengan Istikomah dalam bersiwak, insyaallah akan menjadi obat bagi anak didik ataupun yang lainnya dalam pemulihan ingatannya (hafalannya).

Oleh: fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA