Sinar5News.com – Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi soroti komunikasi publik pemerintah, baik dari segi substansi maupun pihak yang menyampaikan pesan. Dia meminta Mahfud membenahi komunikasi publik pemerintah agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurut mantan Gubernur NTB itu, figur Mahfud sangat dibutuhkan dalam menyampaikan pesan dari pemerintah. TGB menyebut sosok Mahfud memiliki kredensial dan relatif banyak diterima berbagai kalangan.
“Saya berharap Pak Menko lebih rajin untuk memberikan kalimatul fasl, memberikan kejelasan-kejelasan, bukan sekadar penjelasan. Menurut saya, Bapak adalah orang yang punya kredensial untuk itu. Jadi mohon, Pak, untuk terus menyampaikan kejelasan-kejelasan kepada masyarakat,” ujar TGB saat menyampaikan pandangan di acara silaturahmi virtual antara Kemenko Polhukam dengan Lembaga Persahabatan Ormas Islam seperti dikutip dari video di Youtube Kemenko Polhukam, Sabtu (14/8/2021). .
Perbedaan pernyataan antara satu pejabat dengan pejabat lainnya, menurut dia, bisa mengurangi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Berkurangnya kepercayaan masyarakat sudah tentu akan merugikan pemerintah.
Dia mengatakan, bangsa Indonesia patut bersyukur karena umat Islam di Tanah Air beraliran ahlussunnah wal jemaah. Dalam aliran ahlussunnah wal jemaah, kata dia, ketaatan umat terhadap pemerintah yang sah sangat penting.
“Sampai kemudian kalau ada satu kekufuran yang sangat nyata. Misalnya kalau ada pemimpin yang melarang utk melakukan sholat, melarang menunaikan sholat atau melarang menunaikan zakat, misalnya. Itu kufur yang nyata,” ujarnya. (red)


