Sinar5news.com – Lombok – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yakni Habib Rizieq Shihab beberapa hari ini terus menjadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya selain perkaranya mengenai pelanggaran protokol kesehatan yang baru-baru ini ramai diperbincangkan seluruh warga lokal, masalah lain pun muncul yakni sebuah keterkaitan dengan politisasi agama.
Dalam hal ini, Ketua Umum Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia yakni Dr. Muhammad Zainul Majdi atau yang kerap disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menanggapi hal tersebut.
Melihat adanya sebuah politisasi agama yang belakangan ini sering terjadi, TGB memberi sebuah peringatan.
Menurut TGB, politisasi agama yang semata – mata hanya untuk mendapatkan kekuasaan atau memenangkan suatu kontestasi politik akan berakibat buruk dan berbahaya.
Hal tersebut disampaikan langsung olehnya pada saat webinar Moya Institute yang bertemakan “Gaduh Politisasi Agama”.
“Menurut saya, politisasi agama bentuk paling buruk dalam hubungan agama dan politik. Sekelompok kekuatan politik menggunakan sentimen keagamaan untuk menarik simpati kemudian memenangkan kelompoknya.
“Menggunakan sentimen agama dengan membuat ketakutan pada khalayak ramai. Menggunakan simbol agama untuk mendapatkan simpati,” katanya, seperti dikutip mantrasukabumi.com dari Antara pada Jumat 20 November 2020.
Sebagaimana diberitakan Mantra Sukabumi pada artikel “Intelektual Muhammadiyah Sebut Habib Rizieq Politisasi Agama, TGB: Bagus Karena Ada Nilai Agama”, TGB memaknai politisasi agama merupakan pemanfaatan agama semata untuk mendapatkan kekuasaan atau memenangkan kontestasi politik, atau agama jadi instrumen untuk mendapatkan hasil politik.
Kendati demikian Ketua Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) itu menegaskan bahwa politisasi agama juga bisa baik kalau nilai-nilai mulia agama menjadi prinsip dalam berpolitik, sebagaimana yang dilakukan para pendiri bangsa ini.
“Maka politik menjadi hidup dan bagus karena ada nilai agama,” kata mantan Gubernur Musa Tenggara Barat itu.
Melihat kejadian akhir-akhir ini, TGB menilai ada kelompok tertentu mempolitisasi agama dengan tujuan politik, murni untuk mencapai kekuasaan.
“Kita perlu literasi, perlu penegasan bahwa politik bagian dari muamalah, politik bukan akidah,” tegas TGB.
Sementara itu, Sistem protokol kesehatan juga harus terus menjadi prioritas utama diberbagai kalangan masyarakat karena hal tersebut merupakan upaya kita bersama dalam meminimalisir dan mencegah diri kita pribadi agar tidak ikut terjangkit virus Covid-19.




