Tingkat Polusi Semakin Tinggi, Menkes Minta Seluruh Puskesmas DKI Jakarta Cek Kualitas Udara Tiap Pekan

Tingkat Polusi Semakin Tinggi, Menkes Minta Seluruh Puskesmas DKI Jakarta Cek Kualitas Udara Tiap Pekan

Sinar5news.com – Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunandi meminta seluruh Puskesmas yang berada di DKI Jakarta untuk mulai melakukan pengecekan secara rutin kualitas udara dengan menggunakan sanitarian kit guna memperkuat data surveilans terkait polusi.

Hal tersebut nantinya Puskesmas diminta untuk mengirimkan sampelnya jika diketahui angka polusi menunjukkan tingkat tinggi yang nantinya untuk ditelaah sumber utama terjadinya polusi tersebut.

“Mulai pekan depan saya minta diukur setiap pekan. Dengan itu, laporannya kita tahu di semua puskesmas di DKI Jakarta mana yang polusi udaranya tinggi,” Ungkap Menkes saat car free day di area MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/8/2023), dikutip dari Antara.

Untuk informasi sementara, sedikitnya ada tiga penyebab utama polusi udara yakni transportasi, pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara, serta industri-industri yang menggunakan batu bara atau bahan bakar karbon lainnya.

“Dengan demikian, kami bisa mengusulkan misalnya untuk daerah Jakarta Selatan dibereskan mobil, Jakarta Barat karena banyak pabrik dari Tangerang itu yang mesti dibereskan,” pesan dia.

Dampak dari tingginya tingkat polusi yang terjadi, beberapa penyakit kembali meningkat yang sebelumnya hanya mencapai angka kisaran 25% berdasarkan presentase kini meningkat sebanyak 15%.

Mengacu data Kementerian Kesehatan RI, lima penyakit yang banyak mengintai warga di wilayah polusi tinggi adalah infeksi saluran pernapasan atas, penyakit paru obstruksi kronik, radang paru-paru, kanker paru-paru, hingga tuberkulosis.

Menkes sendiri sempat merinci klaim BPJS Kesehatan untuk mengobati kelima penyakit tersebut yang kisarannya mencapai angka Rp. 10 triliun. Bukan tidak mungkin dengan tren kasus ISPA yang belakangan meningkat memicu pembekakan pada pembiayaan.

Terakhir, kasus ISPA di DKI disebut Menkes bahkan mencapai 200 ribu per bulan, dari semula hanya di angka 50 ribu kasus.

“Kalau sudah kena (penyakit paru-paru) harus ke dokter. Langkah paling penting mencegah, kalau bisa lebih banyak orang pakai kendaraan umum,” pungkas dia.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA