Oleh: Abah Rosela Naelal Wafa
Sungguh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini memiliki sejuta pesona. Sumber Daya Alamnya melimpah.
Pesona Indonesia di mata dunia, bagaikan hidangan makanan di atas meja yang dikelilingi orang yang sedang lapar. Memikat dan mengaduk hasrat.
Dengan demikian, NKRI butuh penjagaan yang super. Harus ada perangkat negara super hebat. Aparat yang berjiwa agamis dan nasionalis.
Kata guruku, “Perekat dan penjaga NKRI ada dua, yaitu umat Islam dan TNI.”
Mengapa umat Islam dan TNI?
Karena dalam sejarah, keduanya tidak pernah memberontak kepada negara. Berbeda dengan yang lainnya, semisal PKI, sudah dua kali berusaha menunggangi negara (1948 dan 1965).
Selain itu, maka jiwa agamis dan nasionalis tersebut, harus ditanam dan dipupuk di jiwa generasinya. Harus dari sekarang mereka diberi contoh dari para guru dan tentara, agar sejak dini mereka memiliki obsesi untuk meniru.
Ternyata, obsesi itu juga pernah menghinggapi jiwa M. Zainul Majdi kecil kala itu.
“Saya ingat betul pada saat kelas 5 dan 6 SD, cita-cita saya sebagai Pendidik (guru). Tapi, sebelum itu saya ingin menjadi TENTARA.” Cerita Tuan Guru Bajang 2 tahun lalu dalam acara “Blak-blakan” dengan Hostnya Alexander Sudrdjat.
Keinginan dan obsesi (cita-cita awal) TGB ini tergambar dan ia ekspresikan pada saat Agustus-an dengan memakai baju Tentara. Cerita beliau, kalau misalnya baju tentara habis di salon, maka ia pergi menyewa baju di Polisi.
“Jadi, saya sangat senang betul melihat, bahwa ini orang berseragam dan gagah, yang punya fungsi menjaga negara, maka saya sangat kagum betul.” Ujar TGB mengutarakan kekagumannya.
Walhasil Tentara Negara Indonesia (TNI) di mata TGB adalah sebuah kebanggaan disebabkan oleh fungsinya sebagai benteng negara.🇮🇩
Dirgahayu TNI ke-75
Semoga terus jaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).🇮🇩
Bilekere, 5 Oktober 2020 M.




