
Di New York, Benny Wenda dikabarkan sibuk melobi agar komisioner HAM PBB dapat berkunjung ke Papua, lanjut ABC Indonesia.
Ia bahkan dikabarkan ‘menebeng’ delegasi Vanuatu untuk masuk ke dalam sesi Sidang Umum.
Vanuatu, yang sejak Desember 2014 merupakan tempat berdiri dan markas ULMWP– merupakan satu-satunya negara anggota PBB yang mengangkat isu Papua di majelis tahun ini.
Namun, terkait hal tersebut, delegasi Indonesia di PBB telah menggunakan hak jawab (rights of reply) yang berisi kecaman dan meluruskan komentar yang dibuat oleh PM Vanuatu Charlot Salwai Tabimasmas.
Soal kehadirannya di New York, Benny Wenda mengatakan, “Pesan saya ke masyarakat internasional, kami sangat membutuhkan pasukan penjaga perdamaian PBB untuk masuk ke Papua,” ujarnya dalam wawancara kepada stasiun TV SBS Australia.
Pemerintah Indonesia telah menuduh Benny Wenda berada di balik kerusuhan di Propinsi Papua dan Papua Barat yang meletus sejak Agustus lalu hingga saat ini –termasuk di Wamena pada 23 September yang menewaskan puluhan orang.




