Ulbah bin Zaid, Kisah Faqir yang Gelisah Karena Tidak Mampu Bersedekah

Ulbah bin Zaid, Kisah Faqir yang Gelisah Karena Tidak Mampu Bersedekah

Ada banyak cara supaya mendapatkan pahala dari Allah swt, agar mendapatkan tempat di surga-Nya, dan salah satu cara termudahnya adalah dengan bersedekah. Umumnya, hal ini dilakukan oleh seseorang yg mempunyai harta lebih dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Anggapan ini sering kali mendatangkan pertanyaan, “Kalau tidak punya harta, apa tandanya saya tidak bisa bersedekah serta mendapat pahala dari Tuhan?”

Disaat pada masa Rasulullah SAW, ada seorang faqir bernama Ulbah bin Zaid. Saat itu ia merasakan kegelisahan yg lumayan besar. Disebabkan Sebagian besar kaum muslimin lagi sibuk bersedekah untuk mendukung perang kedua menghadapi bangsa Romawi, yang dikenal dengan Perang Tabuk. Para saudagar kaya menyumbang hartanya, ada juga orang-orang memiliki senjata ataupun zirah memberikannya ke prajurit yang siap berjihad.

Ulbah tidak termasuk dalam kegiatan itu. Laki-laki ini tidak memiliki harta ataupun baju perang untuk diberikan. Ia pun tidak bisa ikut berjuang di jalan Allah swt karena Nabi Muhammad hanya memberi izin berperang pada kaum muslimin yang mempunyai kendaraan (wilayah berperang sangat jauh pada masa itu). Lelaki dari suku Anshor ini hanya bisa menunduk dan melihat kobaran semangat saudara-saudaranya yang lain dari jauh.

Kesedihannya semakin memuncak Ketika mendengar nasihat Rasulullah SAW sehabis salat Subuh, yang mengatakan bahwa imbalan surga telah menanti pada orang-orang yg mempersiapkan peperangan itu. Artinya, ia tidak mungkin mendapatkan imbalan itu karena tidak bisa turut berperang, serta tidak bisa bersedekah di jalan Allah swt.

Sepanjang hari ia lalui dengan kegundahan, Ketika malam datang dan ia hanya bisa terbaring di atas tikar lusuh sambil meratapi kesedihannya. Kemudian, Ulbah beranjak dan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat malam. Dengan isak tangis, ia berdoa:

“Ya Allah, Engkau memerintahkan berjihad, sedangkan Engkau tidak memberikan aku sesuatu yg bisa saya bawa berjihad bersama Rasul-Mu dan Engkau tidak memberikan di tangan Rasul-Mu sesuatu yang dapat membawaku berangkat. Maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku sudah bersedekah untuk setiap muslim dari segala perbuatan dzolim mereka terhadapku dari perkara harta, raga, dan kehormatan.”

“Ya Allah, tidak ada yg dapat aku infakkan sebagaimana yg lainnya telah berinfaq. Seandainya aku mempunyai seperti yg mereka punya, aku akan lakukan untuk-Mu, demi jihad di jalan-Mu. Yang aku miliki hanyalah kehormatan. Kalau Engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah bahwa semua kehormatanku telah aku sedekahkan kepadaMu malam ini!”

Malam berganti dan tibalah waktu subuh. Seperti biasa, Ulbah bergegas shalat berjamaah di masjid. Namun ia tidak tahu kalau Nabi Muhammad SAW telah mendapatkan cerita tentangmengenai dirinya melalui Malaikat Jibril, atas izin Allah. Setelah shalat, Rasulullah bersabda, “Siapa yg tadi malam sudah bersedekah? Hendaklah ia berdiri.”

Semua jamaah saling berpandangan, merasa tidak mengerjakan hal itu. Pun dengan Ulbah. Kemudian Rasulullah menghampiri Ulbah serta berkata, “Bergembiralah Ulbah. Demi Dzat yg jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya sedekahmu tadi malam sudah ditetapkan sebagai sedekah yang diterima.”

Seorang yang fakir, sangat takut tidak mendapat surga sebab tidak mampu bersedekah. 

Allah swt tidak akan mempersulit hamba-Nya untuk melakukan kebajikan. Maka, kita harus bersyukur dan segera memulai bersedekah demi mengharap surga-Nya.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA