Upacara Hari Pramuka Nasional di Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta Berlangsung Lancar

Upacara Hari Pramuka Nasional di Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta Berlangsung Lancar

Jakarta, 14 Agustus 2025 – Hari ini, Kamis (14/08), Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta menggelar upacara peringatan Hari Pramuka Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan guru dari seluruh lembaga pendidikan di bawah Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Upacara berlangsung tertib dan lancar, dengan SMA Nahdlatul Wathan Jakarta bertindak sebagai pelaksana utama. Petugas upacara, mulai dari pembawa acara, pengibar bendera Merah Putih, hingga pembaca doa penutup, seluruhnya berasal dari SMA Nahdlatul Wathan Jakarta.

Para siswa mengikuti upacara hari Pramuka Nasional 14/8/25

Bertindak sebagai pembina upacara adalah Ust. Bayu Sugara, salah satu guru di SDI Nahdlatul Wathan Jakarta. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan beberapa pesan penting sejalan dengan tema Hari Pramuka tahun ini yang diusung pemerintah, yaitu “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”.

Ust. Bayu menekankan bahwa ketahanan bangsa harus dibangun dari persatuan dan kesatuan. “Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena masalah sepele. Tawuran antarpemuda atau konflik kecil di masyarakat bisa merusak persatuan. Allah SWT sudah mengajarkan pentingnya menjaga persatuan, dan itu menjadi kunci kesuksesan bangsa,” ujarnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kebhinekaan. “Kita boleh berbeda-beda, tetapi tujuan kita sama: satu tanah air, satu bangsa Indonesia. Jika kita bersatu, insyaAllah kita akan kuat. Tetapi kalau terpecah, masa depan bangsa akan terancam,” tegasnya.

Khusus kepada para pelajar, Ust. Bayu berpesan agar terus semangat belajar sebagai bekal masa depan. “Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Nasib bangsa 20–30 tahun ke depan ada di tangan kalian. Jika rajin belajar, berperilaku baik, dan mengisi waktu dengan hal positif, masa depan Indonesia akan cerah. Sebaliknya, jika malas dan tidak menjaga etika, masa depan bangsa bisa suram,” katanya.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga karakter dan moral. “Karakter yang baik adalah pondasi kesuksesan. Kalau karakter dan moral kalian kuat, insyaAllah kalian akan menjadi generasi yang berhasil. Tetapi tanpa itu, sulit untuk meraih kesuksesan,” pungkasnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama, diiringi suasana gembira karena upacara hari Pramuka sudah selesai dengan berakhirnya pembacaan doa.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA