Sinar5news.com – Selong – Wakil Bupati Lombok Timur, Nusa tenggara Barat(NTB) H. Rumaksi,SJ mengapresiasi peran Insan Pers Lombok Timur yang turut berjibaku untuk mensosialisasikan bahaya Penularan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19). Sehingga banyak masyarakat yang dapat memahami bahaya Covid-19 tersebut.
Hal itu disampaikan orang nomoer 2 di Lombok Timur kepada Wartawan dalam acara Buka Bersama Insan Pers. Rabu(20/05/2020).
H. Rumaksi mengungkapkan baik buruknya pemerintahan didaerah maupun Negara sangat tergantung pada bagaimana Media mensosialisasikan atau memberitakan segala macam program pemerintah.

“Peran dari media ini sangat luar biasa untuk mensosialisaikan segala program pemerintah kepada masyarakat. Karena berbicara secara politis yang namanya media ini, baik buruknya suatu daerah atau Negara tergantung dari pada media,” Ungkap Rumaksi.
Ia juga menambahkan itulah sebabnya pemerintah itu tidak boleh jauh dari Media,karena keberhasilan kita dan kekurangan kita semuanya akan disosialisasikan,diungkapkan atau diberitakan sehingga masyarakat akan tahu. Apa yang sudah dan yang akan kita kerjakan.
Berbicara soal Covid-19 menurut Rumaksi merupakan kejadian yang tidak pernah direncanakan dari awal, sehingga penganggarannya juga tidak pernah dilakukan.
“Dari penanggulangan sampai dengan pembiayaannya tidak pernah direncanakan sama sekali, karena ini terjadi mendadak tentunya penanganan dan penanggulangannya banyak terjadi kekurangan-kekurangan sebab tidak pernah direncanakan oleh Bappeda dan Dinas Kesehatan,” Imbuhnya.
Untuk itu Wabup H.Rumaksi minta kepada rekan-rekan Media,baik wartawan Media cetak,Online dan Elektronik untuk memberikan pencerahan kepada Masyarakat agar Covid-19 tidak menyebar kemana-mana.
“Dari semua daerah yang ada, yang terpapar pertama kali adalah daerah kita Lombo Timur. Sehingga terjadi kegamangan dan kesusahan kita untuk melawan ini semua, dan menanggulangi covid-19 ini. Supaya jangan berkembang atau beranak pinak di Lombok Timur,” Ujarnya.
Upaya inilah yang dilakukan oleh Bupati selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lombok Timur, agar tidak terjadi penyebaran. Tapi kita semua tidak ada yang sempurna pasti ada kekurangannya. Apalagi hal itu tidak pernah kita rencanakan.
“Nah disinilah peran adik-adik wartawan semua, mohon bantuan untuk bisa mensosialisasikan kepada masyarakat,” harapnya.
Terkait dengan larangan sementara untuk kegiatan Jum’at, Tarawih bahkan Sholat Idul Fitri 1441 H. H.rumaksi,SJ juga mengakui bahwa memang seumur hidupnya baru kali ini menemukan ada larangan untuk melakukan Sholat Jum’at.
“Sampai sebegini tua saya baru kali ini menemukan larangan untuk sholat Jum’at, tetapi karena ada sebabnya. Untuk itu mari kita taat kepada Pemerintah, karena dalam agama kita juga disebutkan Ati Allah,Waati Urrasul,Wa ulil Amri mingkum(taat Kepada Allah,Taat Kepada Rasul dan Taat Kepada Pemerintah),” Pungkasnya.
Dan pada akhirnya ia mengajak seluruh masyarakat untuk taat kepada aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,karena larangan untuk sementara melakukan Jum’atan,Sholat Tarawih dan Solat Idul Fitri sudah ditentukan atau dikaji oleh Majelis Ulamak Indonesia(MUI). Sehingga untuk sementara difatwakan untuk dilakukan dirumah masing-masing.
(Bul)




