Wejangan Kiyai H. Muhammad Suhaidi pada upacara HUT RI yang ke 77

Wejangan Kiyai H. Muhammad Suhaidi pada upacara HUT RI yang ke 77

Kemarin, Rabu 17/8/22 telah berlangsung upacara 17 Agustus memperingati HUT RI yang ke 77 di lapangan Yayasan Mi’rajush Shibyan Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh para siswa/i dan dewan guru dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA.

Upacara berjalan dengan baik dan lancar. Para siswa dan dewan guru mengikuti upacara dari awal sampai akhir acara.

Dalam peringatan acara bersejarah tersebut, Ketua Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta Kiyai H. Muhammad Suhaidi menyampaikan beberapa wejangan yang sangat berharga. Adapun diantara wejangannya dalam upacara 17 Agustus kali ini adalah sebagai berikut :

Kiyai H. Muhammad Suhaidi menyebutkan, bahwa diantara tujuan diadakannya upacara 17 Agustus adalah sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dan sebagai bentuk rasa cinta tanah air. Beliau menyampaikan ungkapan Syekh Muhammad Ali dalam kitab ‘Dalilul Falihin’ hal. 37 yang berbunyi :

حُبّ الوَطَنِ مِنَ الإِيْماَنِ

Terjemah: Cinta tanah air bagian dari iman

Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya mencintai tanah air dengan tulus. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dilakukan Nabi tentang bagaimana dia menunjukkan bahwa dirinya mencintai tanah airnya. Kiyai H. Muhammad Suhaidi menceritakan tentang kisah Nabi yang pindah dari Makkah ke Madinah, tatkala Nabi meninggalkan tanah kelahirannya Makkah, Nabi sempat menengok hadap belakang, ini menunjukkan tentang cintanya kepada tanah airnya Makkah Al Mukaromah.

Kisah yang diceritakan oleh Kiyai H. Muhammad Suhaidi tentang Nabi mencintai tanah airnya, senada dengan hadits riwayat Anas pada Hadits Bukhari Nomor 1753 berikut :

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

Terjemah : Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ja’far] dari [Humaid] dari [Anas radliallahu ‘anhu] berkata; Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila pulang dari bepergian dan melihat ke dinding-dinding (dataran tinggi) kota Madinah, Beliau mempercepat jalan unta Beliau dan bila menunggang hewan (lain) Beliau memacunya karena kecintaannya (kepada Madinah).

Cintai negeri dengan rajin belajar, taat kepada Allah, bakti sama orang tua dan guru, InsyaAllah kalian akan menjadi pemimpin Negeri ini. Dan yang tidak kalah pentingnya kalian menyerahkan hidup kepada Allah. Terangnya memberikan motivasi kepada siswa-siswi Nahdlatul Wathan Jakarta.

Selanjutnya Kiyai H. Muhammad Suhaidi mengarahkan untuk tidak membuat kerusakan di Negeri yang sudah dibebaskan dari penjajah dengan susah payah, jangan di rusak dengan mulut yang dipakai memfitnah, membuat hoak dan membuat kegaduhan melalui teknologi HP.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Terjemah : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Diakhir-akhir wejangannya pada hari bersejarah tersebut, Kiyai H. Muhammad Suhaidi menyampaikan salah satu cara cinta kepada Negeri ini adalah berjuang dengan ikhlas Melalui Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan.

Fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA