Kemudian setelah pembacaan Hizib dilanjutkan sedikit penyampaian oleh Ketua PW NWDI DKI Jakarta Dr. TGH. Muslihan Habib, MA yang sifatnya menyemangati dan memotivasi para peserta hizib untuk terus dapat mengamalkan Hizib Nahdlatul Wathan dan terbuka selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin bergabung dan tidak akan dibatasi. Mau dari organisasi NW, NWDI, NU, Muhammadiyah dan lain-lain. Karena inti doa-doa yang ada di dalam Hizib Nahdlatul Wathan itu bukan hanya mendoakan diri pribadi, tetapi juga mendoakan para pemimpin, mendoakan agama, bangsa dan negara agar diberikan keselamatan oleh Allah tidak hanya di dunia ini lebih-lebih di akhirat nanti.

Selanjutnya selaku tuan rumah Ustadz Rusdi Sofyan menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kehadiran para jamaah, tokoh dan ulama diantaranya Ketua Umum PW NWDI DKI Jakarta Dr. TGH. Muslihan Habib, MA beserta jajarannya. Beliau menyatakan rasa syukur dan bahagia yang luar biasa atas kehadiran para peserta majelis Hizib Nahdlatul Wathan. Sekilas juga menjelaskan tentang sejarah berdirinya Yayasan Pondok Pesantren Tahfizh Quran Al Akbar. Yang intinya penuh dengan liku-liku, tantangan, kendala dan masalah, tapi oleh karena semangat dan keyakinan yang tinggi menyebabkan Ustadz Rusdi Sofyan tidak pernah gentar dan takut menghadapi apapun bentuk tantangan dan kendala yang ada karena yakin bahwa Allah akan selalu menolong hamba-hamba yang menolong agamanya sebagaimana yang disebutkan dalam surah Muhammad ayat 7.
Setelah santap malam dengan menu-menu yang lezat, nikmat dan menggiurkan dengan masakan khas Lombok diantaranya plecing kangkung, ayam goreng, daun kelor sambel Lombok dan lain-lain menambah semangat dan gaerah untuk terus membaca Hizib pada masa-masa yang akan datang. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi-diskusi ringan tentang agenda apa yang akan dilaksanakan pada tahap berikutnya.

Diskusi tersebut terlaksana dengan santai di balai (berugak bahasa Lombok) yang merupakan cikal bakal berdirinya Pondok Tahfizh Qur’an. Di mana para santri waktu itu memulai hafalannya dari balai tersebut. Dalam diskusi ini disepakati bahwa diperlukan membentuk suatu lembaga yang dinamakan Lembaga Jamiyatul Qurra’ Walhuffazh (LJQ) NWDI dan disepakati Ustadz Hasan Asy’ari Pimpinan Ma’had Fityanul Ulum sebagai ketua dan penanggung jawabnya.
In sya Allah pada halal bihalal setelah Ramadhan nanti akan diadakan haflah akbar para Qari’ nasional dan internasional yang khususnya berasal dari daerah Lombok Nusa tenggara Barat. Kegiatan haflah ini akan menjadi ajang bergengsi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa para putra/putri yang berada di daerah rantauan Jabodetabek memiliki segudang qori/qariah yang akan ikut serta mensyiarkan Alquran di tengah-tengah masyarakat secara terbuka. Semoga dengan adanya LJQ ini menjadi tambahan untuk mendapatkan nilai-nilai keberkahan dan kemanfaatan bagi umat tentunya. (Amr/Red)
Bekasi, 3 Sya’ban 1446 H/2 Februari 2025 M



