KHUTBAH JUMAT
DUA GOLONGAN MANUSIA YANG DICINTAI ALLAH SWT
KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَتَحَ بَابَ التَّوْبَةِ لِعِبَادِهِ، وَدَعَاهُمْ إِلَى الطَّهَارَةِ وَالنَّقَاءِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Sebab, tujuan terbesar hidup kita bukanlah sekadar mengumpulkan harta, meraih jabatan, dan mendapatkan pujian manusia, melainkan memperoleh cinta dan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tahukah kita, siapa manusia yang dicintai Allah?
Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 222:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: “Sungguh, Allah menyukai orang yang bertobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Ada dua golongan yang disebutkan dalam ayat ini.
Pertama, orang-orang yang bertobat.
Kita ini manusia biasa. Dosa kita mungkin tidak terhitung, kesalahan kita mungkin tidak teringat, bahkan dosa yang kita anggap kecil bisa jadi sangat besar di hadapan Allah.
Tetapi, jangan berputus asa! Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, marilah kita kembali kepada Allah. Basahi lisan dengan istigfar, tundukkan hati dengan penyesalan, tinggalkan kemaksiatan, dan bertekadlah untuk tidak mengulanginya.
Jamaah rahimakumullah,
Jangan sampai kita begitu sibuk mencari dunia, tetapi lupa mempersiapkan kematian. Jangan sampai kita mampu tersenyum di hadapan manusia, tetapi menangis ketika menghadap Allah karena membawa dosa yang belum kita tobati.
Bayangkan, ketika ajal tiba, tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Harta ditinggalkan, jabatan berakhir, keluarga mengantarkan sampai ke kuburan. Yang menyertai kita hanyalah amal perbuatan.
Maka, sebelum terlambat, ucapkanlah dengan hati yang sungguh-sungguh:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ.
Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan bertobat kepada-Nya.
Kedua, orang-orang yang menyucikan diri.
Bukan hanya badan dan pakaian yang harus bersih, tetapi hati juga harus bersih. Apa gunanya badan tampak suci jika hati dipenuhi kebencian? Apa gunanya wajah tersenyum jika jiwa menyimpan dendam? Apa gunanya lisan berzikir jika tangan masih menyakiti dan mulut masih memfitnah orang lain?
Marilah kita bersihkan hati dari iri dan dengki, jiwa dari kesombongan, serta pikiran dari niat buruk. Rawatlah kesucian dengan salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan berbuat baik kepada sesama.
Allah berfirman dalam Surah Asy-Syams ayat 9–10:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mari kita bertanya kepada diri sendiri: jika hari ini Allah memanggil kita, sudah siapkah kita menghadap-Nya? Sudah bersihkah hati kita? Sudahkah kita meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti? Sudahkah kita bertobat atas dosa-dosa yang kita sembunyikan?
Jangan menunggu tua untuk bertobat. Jangan menunggu sakit untuk beribadah. Jangan menunggu kematian mendekat untuk membersihkan hati.
Boleh jadi, hari ini adalah kesempatan terakhir kita untuk bertobat.
Marilah kita akhiri kehidupan dengan hati yang bersih, lisan yang basah dengan istigfar, dan amal yang diridai Allah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima tobat kita, dan menganugerahkan kepada kita husnul khatimah.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
[Khatib duduk sejenak di antara dua khutbah.]
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ وَتُوبُوا إِلَيْهِ تَوْبَةً نَصُوحًا.
أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ،
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ. فَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَ الْمَوْتُ، وَطَهِّرُوا قُلُوبَكُمْ مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ، وَطَهِّرُوا أَعْمَالَكُمْ مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَكُمْ مِنَ الْكَذِبِ وَالْغِيبَةِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَاسْتُرْ عُيُوبَنَا، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَزَكِّ نُفُوسَنَا، وَتَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا، وَارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ، وَارْزُقْنَا قُلُوبًا سَلِيمَةً، وَأَعْمَالًا صَالِحَةً، وَأَخْلَاقًا كَرِيمَةً.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَتَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.





