Nazham Batu Ngompal : Basmalah dan Isti’anah

Nazham Batu Ngompal : Basmalah dan Isti’anah

“TULISAN INI DI RANGKUM DARI BUKU MENGURAI ILMU TAJWID NAZHAM BATU NGOMPAL YANG DISUSUN OLEH TGH MUSLIHAN HABIB “

بسم الله الرحمان الرحيم
و به نستعين

Diawal penulisan kitab Nazham Batu Ngompal, Maulana Syaikh tidak lupa mengawalinya dengan membubuhkan bacaan basmalah (bismillahirrahmanirrahim) dan isti’anah (permohonan banbtuan). Apa yang dilakukan oleh Maulana syaikh merupakan bentuk pelaksanaan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang mendorong untuk memulai sesuatu dengan basmalah, terlebih lagi jika hal tersebut sangant bermanfaat. Sedangkan isti’anah bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT agar segala yang dituju dapat berhasil dengan sukses.

Mengenai bacaan basmalah pada awal perbuatan, hal ini merujuk pada Hadits Nabi SAW yang diriwayaytkan oleh Abu Hurairah RA:

كل أمر ذي بال لايبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع

“setiap urusan penting yang tidak dimulai dengan ucapan bismillahirrahmanirrahaim maka ia terputus(tidak sempurna kebaikannya)”. (HR.Bukhari Muslim)

Maulana Syaikh Tuan Guru kyai Haji Muhammad Zainuddun Abdul Madjid merupakan figure ulama murabbi,karena ketelatenan dan kegigihannya dalam mengajar dan mendidik. Dalam mengerjakan kajian ilmu,beliau tidak hanya mengajar sebatas memindahkan ilmu (transfer of knowledge) yang dimilikinya kepada pemiliknya sehingga ilmu itu bisa dimengerti,tetapi beliau juga berupaya memastikan apa yang dismapaikannya selalu diterapkan oleh muridnya dalam kehidupan sehari-hari. Upaya yang dilakukan oleh Maulana Syaikh tidak lain bertujuan agar para muridnya bisa menyelaraskan antara ilmu dan amal.

Metode inilah yang diterapkan oleh Maulana Syaikh dalam mengajarkan Hadits Nabi SAW.yang menerangkan tentang pentingnya basmalah diatas.

Beliau tidak pernah merasa bosan dan jenuh untuk mengulangi dan mengupas pembahasan itu disetiap pengajian dan dakwahnya. Semua itu dilakukakn agar umat bisa faham dan dapat mengamalkannya dalam kehiduoan sehari-hari. Dengan metodenya ini beliau menyebut dirinya sebagai orang yang ngeyel dalalm soal basmalah. Itulah yang beliau lakukan jika suatu masalah dianggapnya sangat penting,seperti basmalah.

Dalam pandangan Maulana Syaikh bacaan basmalah diawal perbuatan merupakan salah satu cara manusia minta izin kepada Allah SWT dalam memakai dan memanfaatkan nikmat-Nya. Tidak dimungkiri bahwa semua yang ada dialam jagat raya ini adalah milik Allah SWT sehingga bacaan basmalah merupakan bentuk izin kepada pemilik apa yang kita pergunakan.

Mengenai,keutamaan bacaan basmalah, disebutkan dalam sebuah Hadist yang diriwatkan oleh Ibn Abbas RA. Dalam riwayat tersebut diceritakan bahwa Utsman bin Affan RA. Pernah bartanya kepada Rasulullah SAW tentang basmalah.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut,Rasulullah SAW bersabda:
“ Kalimat itu merupakan salah satu nama Allah SWT yang tidak bisa dibedakan kebesarannya dengan nama yang lain. Ia ibarat hitaam dan putihnya mata yang tidak bisa dipisahkan.”(HR. Ibnu Najjar)

Selanjutnya, setelah Maulana Syaikh membubuhkakn kalimat basmalah, beliau melanjutkannya dengan kalimat isti’anah wa bihi nasta’in (dan dengan kebesaran Allah SWT kami memohon pertolongan).

Hal ini mengandung makna bahwa dalalm melakukan segala gerak dan aktivitasnya, manusia tidak bisa terlepas dari pertolongna Allah SWT. Begitu juga ketika manusia memohon kesuksesan,ridla dan berkah-Nya. Oleh sebab itu, Maulana Syaikh sebagai manusia biasa tidak lupa mengawali penyusunan kitab Nazham Batu Ngompal dengan memohon pertolongan kepada Allah SWT dengan harapan senantiasa mendapatkan kesuksesan.

Bersambung ….

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA