Ini Penjelasan Sekda Lotim, Soal Anggaran Covid-19 Yang Fantastis Rp.123 Milyar.

Ini Penjelasan Sekda Lotim, Soal Anggaran Covid-19 Yang Fantastis Rp.123 Milyar.

Sinar5news.com – Selong – Penanganan Corona Virus Desease 2019(Covid-19) tingkat Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB) saat ini sudah memasuki Fase ke 2. Dan dalam penanganan Covid-19 Fase I dianggap berjalan cukup baik, karena paling tidak sudah dapat mengidentifikasi dan mengantisipasi Klaster Gowa dan Jakarta, yang dianggap sebagai penyumbang Virus Corona di Lombok Timur.

 

“Dapat kita katakan ,bahwa penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur saat ini kita sudah memasuki tahap ke 2, dan di Fase I kita dapat melewatinya dengan baik,karena pembawa virus itu sudah jelas.Klaster Gowa jelas adalah orang-orang yang pernah bepergian ke Gowa. Klaster Jakarta jelas yakni orang – orang yang pernah ke Jakarta dan bersentuhan dengan pasien yang terkonfirmasi ,” Ungkap Drs.H.Muhammad Juaini Taofik,M.AP Sekda Lotim yang juga Sekertaris Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur. Jumat(05/06/2020).

Ia juga menambahkan untuk mempercepat pemeriksaan kesehatan masyarakat yang hasil rapid tesnya reaktif, dalam waktu dekat ini Kabupaten Lombok Timur, akan segera membuat laboratorium Tes Swab sehingga dalam waktu yang tidak lama akan dapat diketahui hasil swab tersebut.

 

“Pada saat ini sebenarnya Bapak Bupati akan hadir, tapi karena beliau memimpin rapat dengan Tim Gugus Covid-19 dan Direktur RSUD dr.Soejono Selong terkait dengan pembuatan Laboratorium Swab di RSUD Selong. Dan hal ini menjadi sangat penting agar hasil pemeriksaan Tes Swab dapat lebih cepat kita ketahui,” Ujarnya dalam acara Jumpa Pers dengan Wartawan, di Bale wartawan Lotim.

 

Sedangkan menanggapi pertanyaan masyarakat sejauh mana hasil kerja Tim Covid-19 Lotim dalam menangani Pandemi Covid-19 dengan dana yang dianggarkan sebesar Rp.123 Milyar. H.M.juaini Taofik mengatakan karena dari hasil rekofusing anggaran tahap I ke II dan Ke III besarnya Rp.123 milyar.

“Bahwa nilai 123 milyar itu adalah totalnya, jujur kita mengatakan bahwa yang terpakai untuk penangnan Covid-19 itu adalah sekitar 56 milyar. Yang 56 milyar ini terdistribusi di Dinas Kesehatan,Rumah Sakir dan Berada pada belanja yang tidak terduga yang kita pakai untuk operasi penangnan Covid,” Imbuhnya.

Sedangkan sisanya yang 67 milyar adalah angka-angka yang terdistribusi pada penanganan Jaring Pengaman Sosial(JPS) Kabupaten dan untuk paket pemulihan ekonomi termasuk paket mengimbangi anggaran pendapatan daerah.

 

“Sebagaimana kita ketahui bahwa selama Covid-19 ini kita tidak menarik retribusi dari pedagang yang ada di semua pasar yang ada di Lombok Timur ini, tidak kita menarik pajak hotel. Dalam teorinya anggaran itu harus berimbang dan dari retribusi pasar dan hotel ini ada sekitar Rp.3,1 milyar per bulan. Karena itu merupakan pendapatan kita, maka akhirnya kita tutup juga dengan anggaran itu,sehaningga APBD kita menjadi APBD yang berimbang,” Terangnya.

 

(Bul)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA