Mengawali sambutan TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA, selaku ketua umum dewan tanfiziyah Pengurus Besar NW, menyatakan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kpada pengurus wilayah NW DKI Jakarta yang menjadi shohibul hajat untuk mengadakan muswil pada pada hari ini, Senin, 14 Juni 2020.
Beberapa point penting yang disampaikan oleh TGB adalah:
1. Bersyukur kepada Allah walaupun dalam suasana pandemi, tetapi pengurus wilayah NW Jakarta dapat melaksanakan muswil walaupun melalui virtual seperti ini. Inilah perubahan di era baru, dimana siapapun pasti mengalami perubahan dalam tatanan kehidupan.
2. TGB mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus wilayah NW Jakarta walaupun dengan berbagai kendala, tetap mengagendakan kegiatan organisasi agar terus dapat berjalan dengan baik seperti mengadakan musyawarah wilayah pada hari ini. Karena bagi beliau muswil ini adalah forum tertinggi di tingkat wilayah dengan agenda pemilihan siapa yang pantas menjadi imam/ketua di wilayah itu, menyepakati pengurusnya dan yang tidak kalah penting adalah menyepakati kegiatan dan program apa yang mesti dikerjakan secara bersama-sama untuk mewujudkan visi dan misi organisasi demi tercapainya izzul islam wal muslimin (kemajuan dan kejayaan umat islam) dalam satu tarikan nafas yaitu “ke-Islaman dan ke-Indonesiaan”.
3. Kegiatan muswil yang berhasil dilaksanakan oleh PW NW Jakarta patut menjadi contoh walaupun dengan berbagai kendala yang merintangi tetap semangat mengagendakan kegiatan-kegiatan dalam organisasi. Seperti inilah yang telah dicontohkan oleh pendiri NW Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Kalau kita melihat sejarah perjalanan dakwah Maulana Syaikh dalam kondisi sesulit apapun, tidak pernah kendor dan terlambat terus berjuang menggunakan ruang-ruang yang ada baik itu ruang kultural maupun struktural, ruang dalam konteks sosial, budaya, ekonomi, politik dan lain sebagainya, Maulana Syaikh terus aktif berperan demi kemaslahatan umat, bangsa dan negara.
4. Kita tetap optimis menghdapi keadaan sesulit apapun cobaan/mushibah yang dialami. Karena sejarah mengajarkan keadaan sesulit apapun termasuk menghadapi pandemi ini, pasti akan berakhir, tidak mungkin akan begitu selamanya. Ini adalah bagian dari sunnatullah yang mesti kita jalani.
Yang paling penting bagaimana setelah berlalunya kesulitan itu, apakah iman Islam kita makin kuat atau makin melemah. Itu semua tergantung dari rasa optimisme dalam diri kita. Kalau rasa optimisme ini mampu kita rawat, ditambah dengan doa dan kepasrahan diri kepada Allah, in sya Allah iman islam kita akan menjadi lebih kokoh dari sebelumnya.
5. Berorganisasi itu hakekatnya mencapai keinginan bersama. Allah SWT menganugrahkan perangkat canggih berupa hati, akal dan pikiran yang merupakan instrumen penting untuk mewujudkan keinginan bersama. Jangan sampai ada sikap egoisme yang merasa lebih hebat dari yang lainnya. Maka kita letakkan semua itu pada satu tujuan bersama agar tercapai apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita. Oleh karena itu semua mesti berperan secara aktif, bersinergi dan membangun kerja sama sesuai dengan bidang-bidang yang telah ditetapkan.
Dalam Al Quran diajarkan kalau manusia bekerja sendiri-sendiri terlihat sekali kelemahan dan kekurangannya. Tapi ketika manusia membangun kebersamaan, maka yang muncul adalah kekuatan, keteguhan dan kemantapan dalam ruhul jama’ah (energi maksimal dalam kebersamaan). Imam Fakhrurrazi menyampaikan bahwa nilai keberkahan itu akan didapatkan dalam kebersamaan yang utuh, bukan dalam pribadi-pribadi yang mementingkan diri sendiri.
6. Mengingat dan memantapkan nilai-dasar dasar yang pundamental. Dalam hal ini nilai dasar tauhid sebagamana yang diajarkan para nabi, terus dipertajam agar ruh perjuangan ini berkobar tapi tetap dalam bingkai wasathiyah (moderasi) agar tidak melahirkan radikalisme dalam sikap dan ucapan.
Dengan model islam yang moderat ini, akhirnya Islam diterima dibanyak negara seperti Indonesia, Amerika, Inggris dan lain-lainnya. Karena secara umum wajah Islam yang ditampilkan adalah lembut, ramah dan penuh kasih sayang. Inilah diantara ciri khas Islam yang sesuai dengan ahlussunnah waljamaah.
7. Menghimpun potensi-potensi yang masih berserakan. Disini yang dimaksudkan adalah menggali berbagai potensi yang ada dengan mengajak seluruh elemen masyarakat terutama kaula muda untuk berbuat hal-hal bermanfaat yang mengandung nilai kebaikan. Semua ini bertujuan agar NW ini makin maju dan memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat.
Setelah TGB memberi sambutan, maka secara resmi beliau membuka kegiatan muswil ini dan mengucapkan selamat bermusyawarah, semoga mendapatkan hasil terbaik untuk kejayaan NW di Jakarta dan di tempat lainnya. (Amr)
Jakarta, 23 Syawwal 1441 H/15 Juni 2020 M



