Oleh Marendra Agung JW
Maafkan aku, sayang
bila malam ini aku tak kembali
Nyawaku hanya satu, sayang
sedangkan di luar sana ada beribu manusia
berjalan tanpa melihat ke bawah
tak lagi menundukan kepala
Ya, maafkan … maafkan aku sayangku
Sekarang tak ada lagi Sulaiman
di luar sana hanya ada api –api berkobaran
Sayangku,
jika aku mampus terinjak kaki,
bersaksilah kepada paduka Raja
Cintaku pada negeri kita sedalam lubang tanah tepian selokan ini
jauh melebihi berat irisan daging yang gagal kubawa pulang
Jauh sekuat tembok yang menancap pada gembur tanah ini
deras tak ubahnya aliran sungai darurat di sudut jalan sana
Cintaku pada negeri kita,
Suci,
seperti yang kupersembahkan kepadamu,
sayangku.



