Sinar5news.com – Diskusi kali ini forum Kebangsaan mengangkat mengkritisi persoalan kebangsaan yang masih hangat melanda negri akibat badai covid 19 yang sudah mulai terasa dampaknya. Geliat perekonomian warga bangsa semakin sulit terutama warga yang berada dibawah garis kemiskinan. Sementara penduduk negri sebagian besar masih berada dalam katagori menegah ke bawah. Dalam kontek bisnis yang lebih besar juga mulai rontok, Satu persatu aset baik BUMN dan swasta akan merasakan ketidak berdayaaan ketidakmampuan membayar hutang.
Kondisi ini semakin hari semakin terasa, ketimpangan selama ini atas penguasaan aset yang bertumpu di segelintir orang. serta kepongahan negara maju atas negara lemah miskin di muka bumi ini. Mulai sekarang berangsur rontok. Kelompok berjois sudah tidak lagi bisa melakukan apa saja sekehendak hatinya atas penguasaan aset dan negara maju juga tidak bisa semena mena atas negara yang lebih lemah.
Alam sudah memperlihatkan kepada manusia pelajaran berharga agar senantiasa menabur kebaikan berlaku adil dalam semua kondisi dimanapun dan kapanpun. Bahwa doa doa orang lemah yang terpinggirkan padahal mereka mampu melakukan apapun jika kesempatan diberikan dengan porsi yang sama dibina dengan sungguh sungguh. Mereka semua warga negara sangat bisa dan mampu bahkan lebih bertanggung jawab. Namun karena akses mereka tidak sampai ke jantung kekuasaan sehingga hidup mereka rakyat kecil selamanya masih terpinggirkan.
Di tanah pejuang negri para wali, merah putih ini, sudah sangat lama ketimpangan ekonomi berjalan. Mereka kelomook berjois yang hanya lima sampai sepuluh persen menikmati aset yang berlimpah ruah, mereka sudah sangat lama menikmati kehidupan yang berkelimpahan. Sementara 70% lebih rakyat hidup dalam suasana kebatinan yang serba kurang. Saatnya semua akan berjalan seirama seiring kehendak alam dan doa masyarakat bawah yang termarjinalkan di negri kaya raya yang tidak akan pernah tertolak. Sebab doa orang lemah sanggup menembus arsyNya.
Sinyal akan hadirnya kehidupan yang lebih adil walaupun harus ditempuh dengan air mata. serba kekurangan, lambat laun sudah akan mulai bersinar terang. Karena dibalik ujian himpitan ekonomi yang serba sulit. Akan hadir dua pintu kemudahan untuk negeriku dan semua warga bangsa. Yang selama ini susah untuk bangkit. Inilah keadilan alam pelajaran berharga bagi mereka yang mau berpikir. Yang mau bertanya kepada ahli zikir serta leluhur.
Indonesia mozaik khatulistiwa dengan khazanah bangsa yang penuh dengan nilai nilai dan moralitas. Sangat syarat dengan hikmah. Di dalamnya penuh oleh fatwa fatwa kearifan lokal yang lahir dari rahim bumi Nusantara yang ditulis oleh para leluhur. Semua ajaran leluhur pasti benar karena bersumber dari ajaran kitab kitab suci. Dan semua itu akan segera tampak jelas di permukaan.
Melalui forum yang mulia ini kami mengajak untuk kita semua kembali mendengar nurani, menguatkan silaturrahim, bergotong royong, saling asih, asah dan asuh. Menguatkan inpati kepekaan sosial pada lingkungan sekeliling kita. Agar lebih ramah dan bersahabat dengan lingkungan sekitar, karena dalam harta kaum orang kaya ada hak dan bagian buat yang lemah baik yang meminta maupun yang tidak meminta.
Bangsa besar yang selalu menghargai ajaran leluhurnya, hadir membela yang lemah, patuh dan ta’at pada sumpah jabatan, memberikan contoh suri tauladan bagi mereka yang diamanahkan kekuasaan dan jabatan, berpihak pada rakyat banyak. Ketika semua nilai dan moral bangsa sudah tidak diindahkan maka alamlah yang akan menegur mereka. Untuk kembali ke jalan Tuhan.
Disaat dominasi kekuasaan dan politik mengalahkan kehendak rakyat banyak maka leluhur tidak akan tinggal diam mengambil alih dengan cara mereka. Saat ini negri butuh penyelamat atas tindakan keserakahan segelintir orang yang telah menjatuhkan harkat martabat bangsa besar ini. Yang telah mengorbankan kehidupan rakyat banyak. Hanya titisan kesatria yang maju tampil di depan yang siap membayar lunas hutang negara yang kita tunggu dan tampil sebagai juru penyelamat. Dialah pewaris negri ini, tanah Nusantara ini, untuk menghadirkan janji leluhur yang tertuang dalam sila ke-5 Pancasila. Selamat datang kami ucapkan sang juru penyelamat. Kami anak bangsa rindu kehidupan yang adil, damai, makmur sentosa, rapih diseluruh penjuru negri. Semoga sang juru penyelamat berkah sehat selamat dimudahkan menghadirkan keadilan yang nyata. Kami seluruh tumpah darah negri mendoakan kehadiran sang penyelamat negri. Amien yra.
Presiden forum kebangsaan ket. pd NW Jakpus




