Sinar5news.com – Polisi anthuru-hara membentuk barikade untuk memblokade para pengunjuk rasa dalam demo di Almaty, Kazakhstan, Rabu (5/1/2022). Demonstran yang mengecam kenaikan harga gas cair bentrok dengan polisi di kota terbesar Kazakhstan itu dan mengadakan protes di sekitar puluhan kota lain.
—–
ALMATY – Aksi kerusuhan dan kekerasan baru meletus di Almaty, kota utama di Kazakhstan, pada Kamis (6/1/2022), ketika Rusia mengirim pasukan terjun payung untuk memadamkan kerusuhan di negara bekas sekutu Soviet yang paling dekat dengan Moskow itu.
Polisi di Almaty mengatakan mereka telah menewaskan puluhan perusuh semalaman hingga Kamis dini hari waktu setempat.
Pihak berwenang mengatakan sedikitnya 18 anggota pasukan keamanan tewas, dua di antaranya ditemukan dalam kondisi terpenggal. Lebih dari 2.000 orang ditangkap.
Diberitakan Reuters, Jumat (7/1/2022), setelah terjadi bentrok semalaman antara pengunjuk rasa dan tentara, kediaman presiden di Almaty dan kantor wali kota keduanya dibakar, dan mobil-mobil yang hangus berserakan di kota itu.
Sementara personel militer menguasai kembali bandara utama yang sebelumnya direbut oleh pengunjuk rasa.
Pada Kamis malam waktu setempat, terjadi pertempuran baru di alun-alun utama Almaty, yang diduduki secara bergantian oleh pasukan dan ratusan pengunjuk rasa sepanjang hari.
Jurnalis Reuters mendengar ledakan dan tembakan ketika kendaraan militer dan sejumlah tentara bergerak maju, meskipun penembakan berhenti lagi setelah malam tiba.
The Indonesian Post
.




