Tahun Muhasabah Untuk PPP

Tahun Muhasabah Untuk PPP

Sinar5news- Rumah besar ummat Islam rontok di negri berpenduduk muslim terbesar dunia pada pemilu 2024. Partai berlambang Ka’bah ini yang merupakan hasil merger dari  kolaborasi beberapa  partai Islam pada tahun 60 an. Pemilu kali ini tidak berdaya terhempas dari Senayan karena tidak memenuhi syarat masuk Senayan 4 % berdasarkan undang undang pemilu.
 
Dalam penelusuran penulis yang mendengarkan keluh kesah Ummat di bawah dari berbagai kalangan grass road, pakar, akademisi, tokoh, komunitas. Pengurus partai,  caleg. Ummat Islam  menarik mandat akibat hilangnya  kepercayaan kepada partai ini karena ulah partai sendiri yang terus berkonflik sesama internal  partai sendiri. Sulit sekali menyatukan visi keumatan bergerak maju serentak bersama tanpa saling jegal dalam mengembangkan amanat perjuangan partai. 
 
Tidak adanya tokoh panutan pemersatu dan perekat dalam tubuh partai Ka’bah. Semua ingin menjadi tokoh karbitan yang masih haus kekuasaan. Begitu juga di tingkat daerah pengurus berjalan tanpa rol model  garis komando partai yang jelas. Padahal, jika dari awal perpecahan sekitar tahun 2019 pada pemilu² sebelumnya menyadari retaknya pengurus rumah besar ummat Islam ini. sigap berinovasi, berbenah melakukan evaluasi nasional, menggandeng ulama, cendikia, tokoh ummat di seluruh daerah dari semua komunitas dan profesi. Mengembalikan kader² yang dipecat,  rekonsiliasi nasional. Partai Ka’bah akan mampu menjadi pemenang no. Satu di parlemen sampai kapanpun.
 
Disinilah kelemahan menajemen partai berlambang Ka’bah ini. Terbiasa melafalkan ayat firman, hadits tapi kosong implementasi. Kejadian runtuhnya Ka’bah di Indonesia pemilu 2024 ini menyadari kita betapa pengurus partai yang selama ini menggawangi Ka’bah lempar batu sembunyi tangan. Mencari kambing hitam, setop saling menyalahkan, mari mencari jalan penyelesaian. Kini, perjuangan terakhir tinggal menunggu keberuntungan di atas palu sidang MK. Jika partai berhasil mengumpulkan bukti yang berserakan entah dimana. Melihat tata kelola dan menajemen partai yang amburadul sepertinya akan sulit tapi harapan itu masih ada.
 
Semenjak caleg DPR dan DPRD Kabupaten dan kota dikumpulkan oleh Bapilu pusat di Ancol dalam rangka konsulidasi berjamaah untuk menyatukan langkah, meneguhkan tekad dengan target 11 juta suara di tahun 2024. Walaupun sempat diprotes dari peserta yang terlalu lama belum kebagian kamar terutama dari peserta daerah jauh yang sudah datang sejak pagi ingin istirahat.  Terlihat panitia tidak sigap menyambut tamu agung para caleg DPR yang datang dari penjuru negri dengan pelayanan prima. 
 
Semangat Ancol yang dikobarkan oleh jendral Bapilu Bang Sandiaga Uno. Sosok tokoh muda nasional visioner yang dikirim Tuhan untuk mengangkat elektabilitas partai dengan gaya sentuhan model kampanye yang membumi dengan sentuhan  milenial tetap belum mampu membawa partai ke Senayan. Nama besar dan ketokohan beliau sekalipun sudah turun menyapa warga bangsa di 155 titik di tanah Nusantara.
 
Dawuh yang sudah diingatkan ulama karismatik KH.Maimun Zubair terhadap daerah yang meninggalkan PPP semua mendapat musibah sebagai peringatan. Semantara Gus Yasin anak beliau juga angkat bicara atas keterpurukan PPP 2024 akibat ulah dari pengurus  yang tidak memberikan keteladanan, amal makruf nahi mungkar yang hilang. Bos petinggi partai jarang turun menyapa warga di daerah, silaturahim penguatan evaluasi kinerja wilayah kurang optimal.
 
Sementara Prayitno Tokoh muda nasional peneliti Dir. Salah satu lembaga riset utarakan para elit PPP sibuk menyerang Jokowi dan PSI bukannya konsentrasi penuh berjuang menaikkan elektabilitas dan perolehan kursi di Senayan, untuk menjaga kelanggengan PPP sebagai partai lama tetap berada di parlemen. Tapi  sibuk mengurus yang tidak berfaedah untuk partainya. 
 
Keluhan kader kepada pengurus baik ditingkat pusat dan daerah.  Kurang familier, ramah terhadap  kader partai yang berkunjung silaturahim ke rumah besar Islam,  komunikasi dan dialog  yang  kurang inten, penetapan caleg sembarangan, terlalu memberikan karpet merah bagi pengurus pusat untuk mendominasi no.urut tertentu, padahal tidak semua mereka dikenal di dapil dan padat modal untuk siap bertarung.
 
Ciri organisasi moderen termasuk partai bilamana didalamnya menempatkan personal di bidangnya secara profesional, terbuka dapat diisi semua kalangan dari latar belakang dan suku manapun. Dialog yang hidup sehat dan yang terpenting pengurus itu memposisikan diri sebagai pelayan ummat yang hadir memberikan informasi partai secara berkala ke semua kader. Sistem digitalisasi wajib sudah diterapkan sekelas partai Ka’bah sebagai partai lama untuk percepatan komunikasi dan informasi di zaman tekhnologi ini.
 
Semua persoalan diatas semestinya tidak boleh terjadi atau setidaknya sudah mampu dituntaskan. Partai Islam perlu berkaca pada partai nasional semisal Golkar. Diterpa badai setiap Munas pergantian pimpinan tapi selalu dapat diatasi dengan merangkul semua tanpa ada yang ditinggalkan dan tersakiti. Karena pada prinsipnya membangun partai adalah menjaga kepercayaan warga bangsa. Golkar tetap solid masuk tiga besar sekalipun tidak pernah menjadi presiden. 
 
Keputusan DPP wajib mendengar pengurus arus bawah atau menanyakan kepada ahlinya tokoh karismatik ulama yang ke karomahnya terbukti dikenal khalayak. Ini cara dan tradisi partai Islam yang sudah bergeser harus kembali dijalankan sebagai tradisi bertanya ke ahli zikir. Partai Ka’bah harus kembali ke khittoh Bergandengan, menyapa, merangkul, merekatkan semua warga ummat Islam.
 
Ini sedikit oleh oleh sebagai bagian dari evaluasi diri, muhasabah ke dalam. Guna membangun kembali Ka’bah untuk  bangkit terbang lebih jauh dalam melaksanakan amanah perjuangan  partai di masa – masa akan datang yang lebih gemilang. Tetap optimis, perbaiki tata kelola organisasi, gerbang Ka’bah terbuka penuh cinta untuk seluruh kader di negri tercinta ini. Mari kita hadirkan pelayanan prima dan belajar merunduk. Mundur selangkah untuk terbang lebih jauh.
 
Untuk seluruh keluarga besar Ka’bah dimanapun berada di kolong langit ini. Mari kita kembali ke rumah besar Ka’bah entah mereka yang dipecat, divonis,  yang masih berselisih paham, ini rumah kita mesti kita jaga, rawat, perbaiki bersama. Manusia adalah tempat salah dan dosa. Mari kembali ke khittoh, kembali ke pangkuan Ka’bah dengan lapang dada. Kita semua saudara. Kita lanjutkan amanat perjuangan leluhur pendiri Ka’bah dengan penuh cinta kasih tanpa perselisihan untuk kejayaan ummat bangsa negara menuju kesejahteraan keadilan kemakmuran seluruh warga Indonesia. Adil makmur sentosa. Mari kita tegak lurus kembalikan ke Majlis Partai sebagai hakim tertinggi partai.  Merdeka.
 
( Presiden Forum Kebangsaan SAMIANTO Caleg PPP 2024  )

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA