Sinar5news.com – Lombok Timur – Lalu Rajabul Akbar Kepala Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu dari 88 kepala Desa yang mendapat perpanjangan tugas dua tahun kedepan terhitung dari tanggal 13 Mei 2024 – 12 Mei 2026.

Seusai acara pengukuhan L.Rajabul Akbar kepada wartawan menyampaikan dalam dua tahun kedepan ia akan fokus untuk menyelesaikan persoalan sampah yang ada di wilayahnya.
Selama lima tahun kepemimpinannya ia sudah berhasil mengedukasi masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang selama ini menjadi persoalan Nasional dan masyarakat Desa Dasan Lekong sudah dapat menikmati sampah menjadi berkah.
“Di Desa Dasan Lekong ini sudah kami bentuk lebih dari lima ratus bank sampah keluarga, dimana masyarakat memilah antara sampah organik dan sampah plastik yang mereka hasilkan. Dari sampah plastik ini masyarakat dapat uang dari penjualan sampahnya dan itu kita yang beli,”ungkap Akbar.
Untuk sampah plastik yang dibeli dari masyarakat Rajabul Akbar dan pemuda desa Dasar Lekong mengolah sampah plastik ini menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi seperti dibuat menjadi Aquarium, Pot Bunga, Meja dan kursi serta barang berharga lainnya.
Dalam masa jabatan dua tahun kedepan akan fokus pada pengelolaan sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakatnya, yang saat ini sudah disiapkan mesin pencacah sampah organik yang akan dibuat sebagai wahana pengembangan maggot.
“Dua tahun kedepan kita akan fokus pada pengolahan sampah organik karena kalau sampah plastik masyarakat sudah dapat manfaatnya. InsyaAlloh di bulan mei ini kami akan launching pengoperasian mesin pencacah sampah organik, yang dari sampah organik ini kami akan buat sebagai wadah pengembang biakan Maggot,”ungkap Kepala Desa yang tidak keberatan disebut sebagai kepala Desa Sampah ini.
Maggot adalah larva dari lalat. Lalat yang digunakan sebagai penghasil maggot yang pengembang biakannya pada wadah sampah baik sampah sayuran dan buah-buahan yang sudah membusuk.
Maggot dapat menjadi pakan ternak yang bernilai gizi tinggi karena mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak terutama ternak unggas seperti ayam itik dan juga ikan.
Akbar optimis, pangsa pasar maggot yang dihasilkan dari sampah yang dinilai mengotorkan tersebut, akan menjadi barang yang bernilai tinggi, terlebih saat ini para peternak unggas sering mengeluhkan harga pakan ternak yang mahal.
Dari pantauan media ini, selama lima tahun kepemimpinan Lalu Rajabul Akbar sebagai kepala Desa Dasan Lekong telah menunjukkan progres yang cukup signifikan terutama menyulap Desa yang dulu terlihat kumuh kini menjadi Desa yang bersih.
“Alhamdulillah karena lingkungan masyarakat sudah agak bersih maka berdampak pada kesehatan masyarakat yang semakin baik. Dulu masyarakat setiap tahun banyak yang terjangkit penyakit malaria dan stunting tetapi sekarang sudah menurun drastis,”katanya.
Indikasi desa Dasan Lekong yang semakin bersih berdampak pada tumbuhnya UMKM yang berjualan di pinggir-pinggir jalan Desa, sebagai lahan masyarakat untuk mengais rezeki.
Kepala Desa Dasan Lekong L.Rajabul Akbar yang bersahaja ini, sudah banyak mengukir prestasi yang tidak banyak diketahui orang, seperti pernah menjadi Kades terbaik se Indonesia dalam bidang STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dari Kementerian Kesehatan RI. Mendapat penghargaan sebagai Kepala Desa Inovatif terbaik Nasional dalam bidang inovasi desa terkait dengan pengelolaan sampah dan limbah di akhir tahun 2023.
Desa Dasan Lekong juga menjadi satu-satunya Desa di NTB yang bisa membangun gedung serbaguna untuk kepentingan masyarakat dan pemuda Desa Dasan Lekong serta masyarakat umum lainnya.
“Gedung serbaguna ini kami hajatkan untuk pemuda dan masyarakat sebagai tempat mereka berolahraga dan juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat untuk pesta atau resepsi. Kalau digunakan oleh masyarakat Desa Dasan Lekong kita gratiskan tidak perlu menyewa gedung,”pungkasnya.(bul)





