Khutbah Jumat Edisi 16 Agustus 2024 “Makna Kemerdekaan Indonesia”

Khutbah Jumat Edisi 16 Agustus 2024 “Makna Kemerdekaan Indonesia”

 

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلِّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ, اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فىِ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakumullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah marilah kita sampaikan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan jumat ini kita kembali dapat melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kita semua yang hadir di masjid ini, kelak di hari kiamat mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri pribadi saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Jamaah kaum muslimin sidang Jumat yang berbahagia rahimakumullah

Alhamdulillah kita ucapkan sebagai tanda syukur yang sedalam-dalamnya kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, akhirnya pada tahun 2024 ini kita kembali memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2024. Ini sungguh nikmat yang sangat besar bagi bangsa dan negara kita. Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi kita untuk bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah Allah berikan hingga saat ini. Sungguh tidak terbayangkan kalau seandainya kita masih dijajah oleh para penjajah seperti Belanda dan Jepang, barangkali kita tidak pernah bisa menikmati indahnya udara kemerdekaan seperti yang kita rasakan sekarang ini. Yang ada adalah derita nestapa dengan merjalelanya kemiskinan yang tak ada habis-habisnya, karena kita dijadikan sebagai budak yang tak berharga di dihadapan para penjajah.

Kemerdekaan yang kita rasakan 79 tahun ini sesungguhnya bukanlah hadiah dari penjajah Belanda dan Jepang, tetapi murni karena perjuangan para pahlawan kusuma bangsa. Mereka mempertaruhkan derai air mata, harta dan nyawa mereka demi tercapainya kemerdekaan yang sudah diinginkan sejak lama. Dengan tekad yang sangat bulat dan dengan keyakinan yang sangat mantap, apapun yang terjadi antara hidup dan mati para pejuang kita maju berperang hingga tetes darah terakhir melawan para penjajah yang telah ratusan tahun menguasai tanah air Indonesia yang kita cintai.

Dengan begitu besarnya perjuangan dan pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa untuk menumpas keberadaan para penjajah, akhirnya banyak yang meninggal dunia sebagai syuhada. Tidak terhitung korban jiwa tercatat dalam sejarah yang harum namanya, dikenang dan diingat sepanjang masa atas jasa-jasa besar mereka yang telah berhasil merebut kemerdekaan dari kaki tangan para penjajah laknatullah alaihim. Berkat giginya perjuangan para pahlawan kita, akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganugerahkan dengan rahmatnya kemerdekaan. Ini diakui dan terdokumentasi secara jelas menjadi fakta yang tak terbantahkan sebagaimana yang tertuang dalam mukadimah pembukaan UUD 1945 pada alinea ketiga yaitu; “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah.

Karena kita sudah merdeka dari segala bentuk penjajahan di negara kita, maka wajib hukumnya kita mengisinya sesuai dengan profesi dan bidang kemampuan yang kita miliki. Marilah kita terus berkiprah secara nyata dengan melahirkan karya demi karya yang tinggi dan berharga nilainya sebagai khazanah ilmu pengetahuan bagi bangsa Indonesia. Semua ini kita lakukan semata-mata untuk memajukan negara Indonesia yang tercinta, sehingga menjadi negara yang maju dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, politik, kesehatan dan lain sebagainya.

Hadirin jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah.

Kalau kita bertanya-tanya apakah sesungguhnya makna dan hakikat kemerdekaan itu. Memang secara fisik penjajahan sudah tidak ada di tengah-tengah kehidupan kita. Tetapi penjajahan yang bersifat non fisik yaitu adanya watak dan sifat yang tercela, niat yang jahat dan nafsu yang tak terkendali. Semua ini adalah penjajahan yang ada dalam diri kita dan tidak ada satu orang pun yang mampu untuk mengalahkannya, kecuali diri kita yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, berjuang melawan hawa nafsu dan kita berusaha agar menjadi orang-orang yang dapat menggunakan akal pikirannya secara cerdas dan cermat agar kita terbebas dari kebodohan yang dapat berakibat derita pada akhirnya.

Apalagi berbicara soal hawa nafsu yang senantiasa melekat dalam diri kita, kalau kita tidak berusaha untuk menekan dan mengarahkan serta membina dengan panduan ajaran Islam, maka sesungguhnya nafsu tersebut akan selalu menjajah kita hingga akhir kehidupan kita suatu saat nanti. Makanya pantas nabi kita memberikan suatu pernyataan yang tegas bahwa pejuang yang sejati itu bukanlah karena telah mampu mengalahkan musuh-musuh hebat di medan laga, tetapi pejuang yang sesungguhnya apabila kita mampu melawan hawa nafsu yang ada dalam diri kita untuk melakukan ketaatan kepada Allah SWT.

وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِى طَاعَةِ اللَّهِ » رواه الإمام أحمد

Artinya ; “Mujahid itu tidak lain hanyalah orang yang berjihad (berjuang) melawan hawa nafsunya demi taat kepada Allah.” (H.R. Ahmad dengan sanad yang shahih).

Kaum muslimin yang berbahaya rahimakumullah.

Oleh karena terbatasnya waktu, inilah sekelumit khutbah jumat singkat yang dapat khatib sampaikan, semoga menjadi renungan untuk dapat mengisi udara kemerdekaan ke-79 ini dengan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain. Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْر الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.

 

Bekasi, 11 Shafar 1446 H/16 Agustus 2024 M

Penulis : Marolah Abu Akrom (087887270732)

Bagi para khatib yang membutuhkan teks khutbah ini, dapat mendownloadnya disini

Khutbah Jumat Edisi 16 Agustus 2024 Makna Kemerdekaan Indonesia (1)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA