Putrajaya—Sinar5news: Mengawali tahun 2020, Ketua Mahkamah Agung Malaysia, Tan Sri Tengku Maimun Tuan Mat membuka Tahun Perundangan (Legal Year), Jumat (10/01/2020). Mahkamah Agung Republik Indonesia selaku mitranya di Indonesia diundang untuk menghadiri acara tahunan tersebut. Dipimpin Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial, Sunarto, delegasi Mahkamah Agung RI terdiri dari Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo, Panitera Mahkamah Agung, Made Rawa Aryawan, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Aco Nur, dan Hakim Yustisial/Asisten Ketua Mahkamah Agung, Faisal Akbarudin Taqwa.
Pembukaan tahun perundangan merupakan tonggak dimulainya kegiatan dalam tahun berjalan bagi tiga lembaga hukum di Malaysia, yakni pengadilan, organisasi advokat dan kejaksaan agung. Di samping itu, momentum pembukaan tahun perundangan tersebut dijadikan sebagai ajang untuk menyampaikan prestasi-prestasi mereka di tahun sebelumnya serta perencanaan-perencanaan yang akan dilaksanakan pada tahun yang baru.
Dalam sambutannya, Tan Sri Tengku Maimun Tuan Mat menyampaikan filosofi yang mendasari pentingnya reformasi peradilan secara berkelanjutan dan sejumlah reformasi yang diusulkannya selama satu tahun ke depan. Ia juga menekankan perlunya usaha kolektif secara sungguh-sungguh dari tiga pemangku kepentingan dalam sistem peradilan untuk mewujudkan reformasi tersebut.
Selain itu, dalam acara yang berlangsung di International Convention Center Putrajaya tersebut juga diisi dengan peluncuran lima aplikasi untuk mendukung program otomatisasi pengadilan di Malaysia. Kelima aplikasi tersebut adalah e-Jamin, e-CMS Apps, e-Appellate, e-Review dan e-Lelong.
Menurut Tan Sri Tengku Mainum Tuan Mat, kemajuan-kemajuan teknologi utamanya berperan meningkatkan akses terhadap keadilan. Dan hari ini, lanjutnya pemanfaatan teknologi merupakan realitas dunia peradilan yang harus diterima jika dunia ingin tetap eksis di tengah maraknya revolusi industri keempat.

Ketua Mahkamah Agung Perempuan Pertama
Yang menarik dari event Pembukaan Tahun Perundangan Malaysia kali ini adalah sosok Tan Sri Tengku Maimun Tuan Mat yang merupakan perempuan pertama di negeri jiran itu yang memimpin lembaga pengadilan tertinggi. Ia belum lama menduduki jabatannya setelah menggantikan Tan Sri Richard Malanjum pada tanggal 2 Mei 2019.
Di pundak perempuan kelahiran 2 Juli 1959 itu tertumpu harapan untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan publik terhadap dunia peradilan di Malaysia hingga enam tahun ke depan sebelum memasuki purnabhaktinya di usia 66 tahun mendatang.



