Indonesia di Persimpangan: Saatnya Negara Hadir, Bukan Hanya Mengatur

Indonesia di Persimpangan: Saatnya Negara Hadir, Bukan Hanya Mengatur

Oleh : Mik Tjuck Lalu Sudarmadi

Sinar5news.com – Jakarta -Indonesia tengah berada di persimpangan jalan. Krisis ekonomi membayangi, disertai ketimpangan sosial yang kian menganga. Di saat industri dalam negeri stagnan, justru perdagangan berbasis impor tumbuh subur—terutama barang-barang murah dari Tiongkok. Ketergantungan pada impor, bahkan untuk kebutuhan pokok, menunjukkan lemahnya ketahanan ekonomi nasional.

Rasa kebersamaan sebagai bangsa perlahan menghilang. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin makin tajam. Pesta demokrasi yang seharusnya menyatukan justru memperdalam polarisasi. Di lingkungan ASN pun, semangat kebersamaan memudar. Masuknya TNI dan Polri ke jalur sipil menciptakan ketimpangan dalam jenjang karier ASN sipil, menurunkan motivasi dan memperlemah birokrasi.

Lebih dari itu, ekonomi kita tidak lagi digerakkan oleh rakyat banyak, melainkan oleh oligarki yang menguasai SDA dari hulu hingga hilir. Pasar-pasar tradisional dihimpit oleh ekspansi ritel besar yang menjalar hingga ke pelosok desa.

Yang tak kalah berbahaya adalah persaingan laten antara TNI dan Polri dalam menguasai ruang-ruang ekonomi, baik legal maupun ilegal. TNI kini mulai memasuki wilayah yang selama ini dikuasai Polri. Potensi gesekan antarlembaga bersenjata ini harus segera diantisipasi negara, sebelum menjadi bara konflik.

Kondisi sosial semakin rapuh: ormas-ormas tumbuh tanpa kontrol, prostitusi terselubung meningkat—semua ini mencerminkan tekanan hidup dan rapuhnya penegakan hukum. Di tengah keterbatasan ini, program bantuan luar negeri yang sebelumnya meringankan beban masyarakat kecil justru dihentikan karena masalah teknis sertifikasi biometrik retina. Harus dikaji ulang,karena verifikasi dengan biometric adalah untuk menjamin transparansi dan keadilan serta menghindari orang yang ingin mengambil yang bukan haknya. 

Negara tidak boleh hanya hadir untuk mengatur. Ia harus memulihkan kepercayaan, memperkuat rasa kebersamaan, dan menjahit kembali persatuan yang koyak. Jika tidak, kita hanya tinggal menghitung waktu menuju disintegrasi yang tak lagi bisa dibendung.

Namun diatas semua itu kita punya Presiden Prabowo, petarung yang pro rakyat yang harus kita dukung dan sukseskan langkah langkah dan programnya dan kita dorong agar segera mengambil langkah nyata dan berani untuk membenahi negeri ini

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA