Penjelasan tentang petunjuk jalan yang akan menyampaikan kepada tujuan sehingga meraih kemenangan di sisi Allah.
*Allah berfirman yang artinya:*
*“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan Pencipta mereka, dan (sebab itu) merekalah orang-orang yang sukses.”*
(Q.S. Al-Baqarah: 5)
*Ayat diatas merupakan petunjuk yang datangnya dari yang maha suci (Allah) yang di karuniakan kepada semua mahluk-Nya,baik mahluk insani maupun mahluk hewani dan lain-lain.jadi perkataan hidayah itu boleh di katakan semacam satu hak prerogatif yang khusus hanya dimiliki oleh Tuhan.*
*Maksudnya, petunjuk itu dikaruniakan Tuhan kepada Mahluk-Nya sehingga dengan petunjuk tersebut ,seseorang dalam menempuh jalan yang menjadi di tujuanya agar dapat tercapai,lurus dan tidak terperosok dalam jurang kenistaan.kalau boleh saya ibaratkan hidayah itu suatu cahaya kilat atau pelita yang menerangi jalan yang di tempuhnya pada malam hari yang gelap gulita.,*
*Hidayah merupakan suatu petunjuk yang di karuniakan Tuhan kepada semua mahluk-Nya,baik mahluk hewani maupun mahluk insani.* *Hidayah ada 4 macam tingkatanya, yaitu :*
*Satu*. Hidayatul Wijdan
Potensi naluriah yang Allah tanamkan pada manusia untuk dapat mempertahankan kehidupannya. insting/naluri = berupa tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan manusia sebagai akibat langsung dari nalurinya dalam meraih suatu kenikmatan atau menghindari suatu penderitaan tertentu. hidayah ini bersifat bawaan dan diperoleh sejak lahir.
contoh= bayi ketika sakit atau lapar akan menangis, padahal tidak ada yang pernah mengajarkan bayi untuk menangis jika ia merasa lapar atau sakit. Kita mencari air ketika meras haus
*Dua* Hidayatul Hawas
Kemampuan indrawi untuk menangkap/ menerjemahkan rangsang dari luar diri manusia. tanpa kemampuan ini manusia tidak akan mampu bertahan hidup.
Contoh: kemampuan melihat, mendengar, merasakan manis, pahit, dingin, panas dll
Kemampuan indrawi ini, walaupun sangat bermanfaat ternyata memiliki kelemahan, ingat fenomena fatamorgana? dari jauh seperti ada air, ketika didekati ternyata tidak ada. fenomena gaung dan gema, seseorang berbicara sekali, tetapi terdengar lebih dari sekali. fenomena garis horizon, apakah bumi itu datar?
*Tiga* . Hidayatul Aqli
Kemampuan berpikir, kemampuan untuk memahami suatu fenomena, memberikan persepsi, kemampuan untuk menginterpresetasikan realita yang tertangkap oleh alat indra. Akal dapat membantu kelemahan indra.akal lah yang akan menerangkan hal-hal yang tak dapat dijelaskan pleh indra, akal lah yang berdasarkan prinsip-prinsip rasional akan menolak, mempertanyakan, mencari sebab membuat penilaian dan penafsiran terhadap hasil indrawi kita. pada banyak ayatnya, Allah sering menambahkan Quote “bagi kaum yang berpikir”. dengan menggunakan Akal manusia tidakkan tertipu oleh keterbatasan kemampuan indrawi. tetapi tetap saja, Akal pun memiliki keterbatasan.
*Empat,*. Hidayah Ad-din
Hidayah berupa petunjuk-petunjuk ajaran agama. agama memberikan jawaban untuk hal-hal yang tak dapat dijawab hanya dengan pendekatan akal. agama berbicara mengenai hakikat kehidupan, kematian, kebahagiaan dll.
*Lima* Hidayah Ad-din
Hidayah berupa petunjuk-
petunjuk ajaran Allah Swt.
Allah memberikan jawaban untuk hal-hal yang tak dapat dijawab hanya dengan pendekatan akal. Allah berfirman mengenai hakikat kehidupan, kematian, kebahagiaan dll.
*Enam* Hidayah taufik
Suatu kekuatan yang Allah berikan pada manusia untuk mengamalkan dengan sungguh-sungguh apa yang telah diketahuinya. hidayah taufik adalah kemauan dan kemampuan untuk mengamankannya.
Contoh: pengetahuan kita bahwa sholat itu wajib, tata cara sholat, rukun sholat, syarat sah sholat, semua itu adalah hidayah dilalah yang kita dapatkan melalui proses belajar. tapi ketika kita mampu dan mau mengamalkan sholat, itulah hidayah taufik. jika kita tahu sholat itu wajib,tetapi kita tidak melaksanakannya, iyu berarti kita punya hidayah dilalah tetapi tidak punya hidayah taufiq.
Setiap muslim hendaknya mengetahui cara-cara meningkatkan iman, dan mempraktekkannya, terutama saat iman sedang turun. Agar dirinya punya kesempatan besr meninggal dunia dlam keadaan membawa iman, atau kusnul khatimah. Berikut ini dijelaskan sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan iman.
Penciptaan lingkungan yang kondusif
Setiap diri manusia sebenarnya mempunyai potensi bahwa Allah itu esa (tauhid). Potensi tersebut akan menjadi kenyataan biladiiringi dengan penyediaan lingkungan yang kondusif guna tumbuh dan berkembangnya potensi tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan, dalam koteks ini pendidikan, memiliki kekuata yang luar biasa dalam membentuk keyakinan dan pandangan hidup seseorang. Manusia yang didik di lingkunga keluarga, sekolah, dan masyarakat, maka fitrah tauhidnya akan tumbuh dan berkembang sehingga jadilah dia seorang muslim.





