Sinar5news.com – Lombok Timur – Rencana Pemerintah Daerah Lombok Timur mengajukan pinjaman Rp.250 miliar untuk kepentingan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan lainnya, menuai pro kontra dikalangan pemerhati kebijakan publik di berbagai platform media sosial WhatsApp Group dan lainnya.
Demikian halnya dengan Hasan Gauk sebagai salah seorang pemerhati kebijakan publik lombok timur juga turut berpendapat seperti yang diungkapkannya pada media ini.
Dimana Hasan Gauk menilai langkah yang ditempuh Pemda Lombok Timur sudah tepat dan menurutnya kebijakan ini merupakan metode pembangunan infrastruktur baru yang revolusioner yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur “Membangun Tanpa Hutang”.
Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang esensial bagi masyarakat tanpa terjebak dalam risiko utang yang dapat membebani keuangan Daerah.
Dalam kerangka besar pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada masyarakat, saya melihat, Bupati Lombok Timur mengadopsi sistem pembayaran *post payment*. Sistem ini memungkinkan kontraktor untuk menyelesaikan proyek infrastruktur dan menerima pembayaran secara bertahap setelah pencapaian milestone yang telah disepakati.
Dengan cara ini, Pemerintah Daerah tidak perlu mengandalkan utang untuk membiayai proyek, dan memastikan bahwa setiap rupiah terpakai dengan bijak dan transparan.
“Saya rasa, sistem post payment ini cukup efektif. Daerah dapat mendorong kemandirian finansial: Pembangunan tanpa bergantung pada utang akan mengurangi beban finansial bagi Pemerintahan mendatang dan memastikan Pemerintahan yang lebih stabil,” katanya.
Ia juga menyampaikan kebijakan ini bisa menjadi kontrol sistem Transparansi dan Akuntabilitas: Pembayaran bertahap akan meningkatkan pengawasan terhadap kemajuan proyek, menjamin bahwa hanya kontraktor yang berkinerja baik yang akan dibayar, mengingat, banyak proyek di Kabupaten Lombok Timur ini dikerjakan semau gue, asal cepat jadi dan segera dapat untung.
“Pemerintah Kabupaten juga dapat memberdayakan kontraktor lokal. Dengan melibatkan kontraktor lokal yang siap membangun dan menerima pembayaran berangsur-angsur, ini juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” imbuhnya.
Hasan Gauk menambahkan, Metode ini juga dapat meningkatan kualitas infrastruktur. Dengan menjaga kualitas dan keandalan dari proyek yang dihasilkan, inisiatif ini akan menciptakan infrastruktur yang tahan lama dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Memang benar, dalam beberapa kesempatan, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyatakan, “Kami berkomitmen untuk membangun Lombok Timur tanpa menciptakan beban utang.” Maka tak salah jika sistem post payment ini bisa digunakan, saya rasa ini dapat dipastikan bahwa pengeluaran Daerah akan produktif dan berkelanjutan, serta menjamin bahwa setiap proyek pembangunan dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,”ungkapnya.
Bupati juga akan mengundang semua kontraktor yang berkomitmen dan berkualitas untuk bergabung dalam inisiatif ini dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menciptakan Lombok Timur yang lebih baik.
“Oleh karena itu, saya berharap, kita mendukung langkah-langkah strategis yang diambil oleh Bupati dan Wakil Bupati demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lombok Timur,” pungkasnya.(red)



