Prof H Agustitin : WISATA BATINIAH QS 2 AYAT 267 DAN 268

Prof H Agustitin : WISATA BATINIAH QS 2 AYAT 267 DAN 268

*يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلاَّ أَن تُغْمِضُواْ فِيهِ وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ / الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَاء وَاللّهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ*

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.(QS. al-Baqarah:267-268.)

Al-Qur’an al-Karim menegakkan konsep infak atau sedekah di atas pondasi kemanusiaan dan keimanan, di mana manusia akan sampai kepada level merasakan begitu dalamnya tanggung jawab kemanusiaan tersebut. Al-Qur’an telah memberikan contoh yang tinggi untuk tingkatan tersebut, ketika menceritakan tentang Ahlulbayt as di saat mereka memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkannya dengan niat bersedekah, juga demi mendekatkan diri kepada Allah swt. Sedekah tersebut bukan dari seluruh harta yang mereka miliki, melainkan mereka menyedekahkan hal yang ada yang mereka cintai.

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا…

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. al-Insan [76]:8.)

Ini adalah sebuah contoh yang begitu indah nan mulia, disampaikan agar manusia dapat mengetahui bagaimana semestinya bersedekah. Dalam pandangan Islam sedekah hendaknya terfokus pada kualitas harta yang disedekahkan dan haruslah sampai pada yang berhak menerimanya.

Dengan mencermati nuansa ayat-ayat di atas maka kita akan menemukan bahwa konsep al-Qur’an dalam sedekah memfokuskan pada pentingnya manusia memilih yang terbaik dari apa yang dimiliki, baik yang ia peroleh dengan susah payah melalui bekerja atau melalui produksi atau dari hasil bumi dari pertanian atau buah-buahan.

Alhasil, di dalam memberi hendaknya dari sesuatu yang baik kualitasnya dan bersumber dari yang baik pula. Ini adalah esensi dari kemanusiaan di dalam mencurahkan dan memberikan sedekah, ketika seseorang mau untuk berbagi dengan saudaranya yang lain dari kebaikan yang ia miliki.

Hendaknya seseorang tidak memperhatikan barang-barang rusak, usang  dan kotor yang dimiliki untuk diberikan kepada orang lain dengan niat untuk melepaskan diri darinya dengan berkedok infaq atau sedekah. Hendaknya ia memosisikan dirinya sebagaimana orang yang butuh. Apakah  ia akan berkenan untuk menerima sesuatu yang busuk dan rusak atau sesuatu yang sudah tidak layak lagi dipergunakan untuk menutupi kebutuhan?

Ayat-ayat di atas menggambarkan sebuah contoh dari keadaan manusia yang berusaha memilih apa yang akan mereka sedekahkan dengan cara yang demikian. Akan tetapi, Allah swt ingin menjelaskan kepada mereka bahwa perbuatan semacam itu bukanlah termasuk dari keimanan, sesungguhnya itu tidak mencerminkan jiwa dermawan yang bernuansa nilai-nilai Islami, melainkan itu mencerminkan sebuah tingkah laku melepaskan diri dari apa-apa yang sudah tidak ia butuhkan, membungkusnya dengan kemasan sedekah, sungguh itu adalah bentuk mempermainkan nilai-nilai agama dan meyakin hendaknya ia berakhlak dengan akhlak Allah swt, mau untuk memberikan dari kecukupannya kepada mereka yang membutuhkan, akan tetapi perlu diingat bahwa setan senantiasa menyelinap di dalam kedalaman diri manusia sembari membisikkan tipuan-tipuannya khususnya di saat lemahnya seseorang.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA