Malam Senin, 20 Oktober 2025, menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Nahdlatul Wathan. Pada malam tersebut, berlangsung peringatan Haul ke-28 Maulana Syekh M. Zainuddin Abdul Majid di Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta. Acara ini berjalan dengan penuh kehangatan, dan kekhusyukan.
Peringatan haul yang digelar di lapangan madrasah YMS (Yayasan Mi’rajush Shibyan) Nahdlatul Wathan Jakarta ini dihadiri oleh ratusan jamaah, baik laki-laki maupun perempuan. Dua organisasi besar, NWDI dan NW, turut hadir bersama para pengurusnya, menjadikan suasana semakin semarak. Hadir pula para guru, asatidz, serta jamaah dari berbagai daerah seperti Bekasi, Jakarta, Muara Gembong, dan wilayah Jabodetabek. Tak ketinggalan, para alumni serta simpatisan dan pencinta Nahdlatul Wathan juga ikut meramaikan kegiatan ini.
Rangkaian acara haul disusun secara sederhana namun penuh makna dan nilai spiritual yang mendalam. Acara diawali dengan shalat Isya berjamaah di lapangan madrasah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Tarekat Hizib, amalan khas Nahdlatul Wathan yang dikenal sebagai “Tarekat Akhir Zaman” karena pengamalannya yang praktis dan mudah diterapkan oleh siapa pun, termasuk mereka yang memiliki kesibukan tinggi.
Selanjutnya, acara diisi dengan pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan yang dilantunkan dengan suara merdu oleh para asatidz dari Nahdlatul Wathan Jakarta. Suasana menjadi semakin khusyuk ketika dilanjutkan dengan pembacaan riwayat Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, atau yang lebih dikenal dengan pembacaan Maulid Nabi.
Acara kemudian berlanjut dengan kata sambutan dan Sekapur Sirih yang disampaikan oleh TGKH. Dr. Muslihan Habib, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan makna mendalam dari pelaksanaan haul Maulana Syekh yang ke-28 ini secara singkat, padat, namun sarat makna.
Sebagai penutup, doa bersama dipimpin oleh TGKH. Dr. Miftahudin, Lc., M.A. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama, tradisi khas Nahdlatul Wathan Jakarta setiap kali mengakhiri acara besar seperti haul dan kegiatan keagamaan lainnya.
Menurut Ibu Kiki, salah satu jamaah yang menghadiri dan mengikuti rangkaian acara haul, bahwa acara ini penuh dengan kekhusyukan dan dihadiri oleh jamaah yang sangat ramai.


