Sinar5news.com – MATARAM – Keluarga
Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Abror NWDI Mataram menggelar agenda rutin tahunan berupa buka puasa bersama sekaligus penyaluran santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di lingkungan pondok pesantren pada penghujung Ramadan 2026.
Acara diawali dengan pembacaan Hizib, zikir, dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembagian paket sembako serta santunan tunai. Prioritas penerima manfaat tahun ini mencakup keluarga besar Ponpes, dewan guru, staf, serta masyarakat yatim dan dhuafa di wilayah Kota Mataram.
![]()
![]()

Ketua Yayasan Ponpes Nahdlatul Abror NWDI, H. Irzani, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas istiqomahnya kegiatan ini yang rutin digelar setiap tahun, tepat sehari setelah agenda Ijtimak Ramadan. Irzani, yang juga merupakan alumni UGM dan mantan Komisaris BUMN, memberikan motivasi kepada para pengurus dan dewan guru untuk terus bersemangat dalam berjuang. Ia memaparkan transformasi luar biasa yang dialami madrasah dalam satu dekade terakhir.
“Dulu kita hanya memiliki satu setengah lokal, sekarang alhamdulillah sudah berdiri 18 lokal dengan bangunan tiga lantai. Dari sisi kualitas, seluruh jenjang kini telah meraih akreditasi ‘Baik Sekali’, dan mayoritas tenaga pendidik kita sudah tersertifikasi,” ujar Irzani.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Kepala Madrasah, Ibu Nurjannah dan Ibu Zakiyah, atas dedikasinya membawa santri meraih berbagai prestasi mulai tingkat kecamatan hingga provinsi.
Pesan Persatuan dan Khidmat
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Mantan Plt. Kakanwil Kemenag NTB, H. M. Amin, para Guru Besar NWDI, serta perwakilan organisasi otonom seperti Himmah, IPNWDI, Pemuda, dan Muslimat NWDI.
“Pesan perjuangan kita jelas: apapun amanah yang sedang kita emban di luar sana, jangan pernah tinggalkan madrasah. Teruslah berkhidmat dan berkontribusi untuk almamater di mana pun kita berada,” tegas Irzani.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Abdul Fattah dalam Tausiyah Ramadannya menekankan bahwa tradisi berbagi ini merupakan sunnah hasanah yang diwariskan oleh Pendiri NWDI, Almagfurulah Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
“Tradisi silaturahmi dan peduli pada yatim dhuafa ini harus terus dijaga. Kami mengapresiasi Ustaz H. Irzani dan jajaran yang tiada henti membina Ponpes ini di jantung Kota Mataram,” ungkap Sekretaris Eksekutif PB NWDI tersebut.
Menutup tausiyahnya, Prof. Abdul Fattah mengutip pesan Tuan Guru Bajang (TGB) agar seluruh jemaah tetap memegang teguh prinsip Kompak, Utuh, dan Bersatu. Ia mengajak keluarga besar Ponpes untuk tetap yakin, ikhlas, dan istiqomah dalam melanjutkan perjuangan Sang Pahlawan Nasional demi kemaslahatan umat, bangsa, dan agama. Kegiatan diakhiri dengan buka puasa bersama dan ramah tamah yang mempererat tali kekeluargaan antar-jemaah dan pengurus.




