KHUTBAH PERTAMA
Khutbah Menjelang Idul Adha 1447 H: Mewujudkan Syukur Melalui Pengorbanan
الحمد للهِ الَّذِي جَعَلَ الْأَعْيَادَ مَوَاسِمَ لِلْفَرَحِ وَالسُّرُوْرِ، وَأَفَاضَ عَلَيْنَا مِنْ نِعَمِهِ الْوَافِرَةِ جَزِيْلَ الْأُجُوْرِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْعَلِيُّ الْغَفُوْرُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْمَقَامِ الْمَحْمُوْدِ وَالْحَوْضِ الْمَوْرُوْدِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِي الْفَضْلِ وَالدُّثُوْرِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jamaah Shalat Jumat yang Dirahmati Allah,
Alhamdulillah, kita bersyukur pada siang hari ini hanya dengan izin dan rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita dapat kembali bertemu dalam rangka melaksanakan ibadah yang sangat mulia dan sangat besar pahalanya, yaitu ibadah salat Jumat yang rutin kita laksanakan di masjid yang kita cintai ini. Semoga semua rangkaian ibadah kita hari ini, hingga malam nanti, diterima dan dicatat sebagai amal ibadah kita yang terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Insya Allah.
Shalawat dan salam tak lupa kita sampaikan kepada junjungan alam yang tercinta, Baginda Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Semoga kita kelak di akhirat tergolong sebagai umatnya yang mendapatkan syafaat dari beliau. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Sebagaimana biasanya, mengawali khutbah Jumat singkat ini, Khatib berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada segenap kaum muslimin untuk senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Caranya adalah dengan senantiasa istikamah melaksanakan semua perintah-Nya dan istikamah pula dalam menjauhi larangan-Nya.
Hadirin jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah,
Pada pekan ini, kita telah memasuki pekan pertama dari bulan Dzulhijjah 1447 Hijriyah. Di mana pada bulan yang agung ini, tepatnya pada tanggal 10 Dzulhijjah nanti, kita akan bersama-sama merayakan hari besar umat Islam, yaitu melaksanakan Idul Adha, baik di tempat kita ini maupun di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan.
Tentu momentum ini menghadirkan luapan kebahagiaan dan kegembiraan yang menyelimuti jiwa kita. Kita merasa bersyukur bahwa tidak terasa, kita kembali dipertemukan dengan satu perayaan yang besar dan agung. Kita akan bersama-sama melaksanakan ibadah salat Idul Adha secara berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban—baik dalam bentuk kambing, sapi, bahkan unta di tempat lainnya seperti di kawasan Timur Tengah.
Perintah untuk melaksanakan salat sunnah Idul Adha yang kemudian dirangkai dengan perintah penyembelihan hewan kurban ini, dapat kita jumpai secara jelas di dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah Al-Kautsar ayat 1 sampai 3:
إِنَّآ أَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ (٢) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (٣)
Artinya: “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (QS. Al-Kautsar: 1-3)
Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Kita melaksanakan salat sunnah Idul Adha dan ibadah kurban itu sebagai tanda kesyukuran sekaligus bentuk ketundukan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Allah telah mencurahkan begitu banyak nikmat kepada kita, mulai dari nikmat sehat walafiat hingga nikmat harta benda. Ini adalah wujud bahwa kita mengakui dan menyadari sepenuhnya: semua yang ada pada diri kita datangnya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Bagaimanapun, nikmat tersebut senantiasa datang setiap saat, setiap detik, bahkan terus tercurah dari sejak kita lahir hingga usia kita saat ini tanpa pernah berhenti. Nikmat ini hanya akan bisa dirasakan dan diresapi oleh mereka-mereka yang pandai bersyukur. Saking nikmatnya dan saking besarnya anugerah yang tercurah kepada kita, maka mari kita luapkan dalam bentuk kesyukuran yang nyata:
-
Pertama, melalui ibadah salat (habluminallah).
-
Kedua, kita lanjutkan dalam bentuk pengorbanan sosial (habluminannas) melalui ibadah kurban bagi yang mampu.
Bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki, hendaknya mensyukuri nikmat tersebut dengan memotong hewan kurban. Secara syariat, jatah kurban untuk seekor kambing adalah untuk 1 orang, sedangkan seekor sapi atau unta jatahnya adalah untuk 7 orang.
Alangkah bahagianya di antara kita yang pada tahun ini mampu berkurban dengan hewan ternak terbaik yang kita cintai dan kita sayangi.
Namun, seandainya kita benar-benar belum mampu berkurban dengan hewan tersebut, maka minimal kita ikut berkorban dengan apa pun yang kita miliki. Kita bisa berkurban dalam bentuk tenaga kita, pikiran kita, atau sedekah lainnya sesuai dengan batas-batas kemampuan yang kita miliki untuk menyukseskan syiar ini.
Hadirin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Satu hal yang harus kita tanamkan di dalam dada kita adalah bahwa apa pun bentuk pengorbanan yang kita berikan, ia harus didasari atas asas iman dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sebab, apa artinya hewan kurban yang besar, apa artinya tumpukan daging yang banyak, kalau tidak didasari dengan niat yang ikhlas karena Allah? Tanpa ketakwaan, semua itu tidak akan berguna dan tidak akan sampai di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ
Artinya: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan mencapai (keridaan) Allah, tetapi yang mencapai (keridaan)-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37)
Oleh karena itu, selagi masih ada kesempatan beberapa hari lagi sebelum hari raya Idul Adha ini terlaksana, mari kita sama-sama mempersiapkan diri. Bagi yang memiliki kelebihan rezeki, mari persiapkan hewan kurbannya. Serahkanlah kepada panitia kurban yang ada di masjid, musala, atau lembaga yang tepercaya di sekitar kita, lalu kita mohon diwakilkan untuk disembelih hewan kurban tersebut.
Mari kita berdoa, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima ibadah kurban kita tahun ini. Dan bagi siapa pun di antara kita yang belum dapat berkurban pada tahun ini karena keterbatasan rezeki, mari kita pasang niat yang kuat di dalam hati. Mudah-mudahan tahun depan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala meluangkan rezeki dan mengizinkan kita untuk dapat ikut berkurban, baik dengan kurban kambing maupun sapi.
Demikianlah khutbah Jumat yang dapat Khatib sampaikan. Moga-moga bermanfaat bagi kita semuanya dan dapat kita jadikan sebagai bahan acuan untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Hari Raya Idul Adha pada tahun ini.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلـمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلـمُؤْمِنَاتِ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلـمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلـمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلـمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلـمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر.
Bekasi, 5 Dzulhijjah 1447 H/22 Mei 2026 M
Penulis : Marolah Abu Akrom Hp. 087887270732 (Jurnalis media SinarLIMA/Sinar5News.com, guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, guru BK SMP Laboratorium Jakarta dan staf pengajar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta




