Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang penuh makna dan pelajaran hidup. Hari raya ini tidak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, serta kepedulian kepada sesama. Oleh karena itu, menyambut Idul Adha perlu dipersiapkan dengan baik, bukan hanya secara lahiriah, tetapi juga secara batiniah.
Persiapan pertama yang paling penting adalah menata hati dan memperkuat iman. Idul Adha mengajarkan kita tentang keteladanan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Nabi Ismail ‘alaihis salam dalam menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi Ibrahim menunjukkan ketaatan yang luar biasa ketika diperintahkan untuk mengorbankan putranya, sedangkan Nabi Ismail menunjukkan kesabaran dan kepasrahan kepada kehendak Allah. Dari kisah tersebut, umat Islam diajarkan untuk menjadi pribadi yang taat, ikhlas, dan sabar dalam menghadapi ujian kehidupan.
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah menjelang Idul Adha, terutama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari tersebut merupakan waktu yang sangat mulia di sisi Allah. Kita dapat mengisinya dengan memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan berpuasa sunnah, khususnya puasa Arafah bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Dengan memperbanyak ibadah, hati menjadi lebih tenang dan jiwa lebih siap menyambut hari raya dengan penuh keberkahan.
Persiapan berikutnya adalah mempersiapkan hewan kurban bagi yang mampu. Dalam memilih hewan kurban, hendaknya memperhatikan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam syariat Islam, seperti. Selengkapnya baca di Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 288.
Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan
Jakarta melalui rekening resminya di – 32500
1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS
NAHDLATUL CQ SUHADI





