TGB Apresiasi Wakaf dan Keteladanan Pasangan Pendiri Masjid Answara Al-Halimiyyah

TGB Apresiasi Wakaf dan Keteladanan Pasangan Pendiri Masjid Answara Al-Halimiyyah

Sinar5news.com — Kuningan — Sebuah nama sering kali menyimpan cerita, harapan, dan nilai yang mendalam. Hal itu pula yang tergambar dalam nama Masjid Answara Al-Halimiyyah yang berdiri megah di Balekambang, Cirukem, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Di balik nama “Answara” tersimpan kisah tentang cinta, pengabdian, dan amal jariyah pasangan suami istri, Ibu Dr. Hj. Ai Netty Sumidartini dan Bapak Ir. H. Kuswara Abd Halim, yang mengabadikan nama mereka melalui sebuah rumah ibadah untuk kemaslahatan umat.

Nama “Answara” merupakan perpaduan identitas yang memiliki nilai emosional dan spiritual bagi keluarga besar tersebut. Tidak hanya menjadi simbol kebersamaan dalam rumah tangga, nama itu kini menjadi identitas sebuah masjid yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat lintas generasi.

Pasangan tersebut tidak hanya memberikan nama, tetapi juga mewakafkan tanah sekaligus membangun Masjid Answara Al-Halimiyyah sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan masyarakat. Wakaf tersebut menjadi bukti nyata bahwa cinta dalam keluarga dapat diwujudkan melalui karya yang membawa kebermanfaatan bagi banyak orang.

Peresmian masjid dilakukan langsung oleh Muhammad Zainul Majdi yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keteladanan pasangan tersebut dalam menghadirkan amal jariyah untuk umat.

Menurut TGB, nama yang diabadikan dalam sebuah masjid bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kehidupan yang baik adalah kehidupan yang meninggalkan manfaat bagi sesama.

“Beliau berdua memberikan contoh bahwa cinta dalam keluarga bisa melahirkan karya besar untuk umat. Nama yang diabadikan di masjid ini bukan untuk kemegahan pribadi, tetapi menjadi simbol pengabdian dan amal yang manfaatnya terus mengalir,” ujar TGB.

Ia juga menilai Masjid Answara Al-Halimiyyah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar bangunan ibadah. Masjid tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelayanan umat di bawah naungan Yayasan Al-Halimiyyah NWDI, mulai dari penguatan dakwah, pendidikan, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.

Dalam pandangan TGB, masjid pada masa kini harus mampu menjadi pusat peradaban umat yang aktif menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, keberadaan Masjid Answara Al-Halimiyyah diharapkan dapat melahirkan kegiatan-kegiatan positif yang membawa manfaat nyata.

“Masjid bukan hanya tempat salat berjamaah, tetapi juga tempat membangun pendidikan, kepedulian sosial, persaudaraan, dan pelayanan umat,” katanya.

Sebagai bentuk pengembangan pelayanan masyarakat, di kawasan sekitar masjid juga direncanakan pembangunan klinik bersalin dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.

Pembangunan Masjid Answara Al-Halimiyyah turut mendapat dukungan dari para pengurus dan jamaah NWDI DKI Jakarta yang dikondisikan oleh PW NWDI DKI Jakarta. Dukungan itu menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menghadirkan fasilitas ibadah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Suasana peresmian berlangsung penuh haru dan kekhidmatan. Kehadiran masyarakat yang memadati area masjid serta lantunan shalawat dari tim hadrah semakin menambah nuansa religius dalam kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat sekitar, nama Masjid Answara Al-Halimiyyah kini bukan hanya sekadar nama bangunan, melainkan simbol tentang bagaimana cinta, keluarga, dan kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam bentuk amal nyata yang terus hidup sepanjang masa.

Dengan berdirinya Masjid Answara Al-Halimiyyah, diharapkan lahir inspirasi baru bagi masyarakat tentang pentingnya wakaf, kepedulian sosial, dan meninggalkan warisan kebaikan yang manfaatnya terus mengalir untuk generasi mendatang.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA