Menginspirasi lewat SSG: Wawancara Eksklusif Bersama Selamet Wijaya, MM tentang Lonjakan Pendaftar dan Penguatan Karakter di SMK Laboratorium Jakarta
JAKARTA, Sinar5News.com – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) melalui program Sekolah Swasta Gratis (SSG) di SMK Laboratorium Jakarta tahun ini mencatatkan lonjakan grafik yang sangat luar biasa. Fenomena ini menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat serta efektivitas tata kelola sistem yang diterapkan secara mandiri oleh pihak sekolah.
Untuk mengulas lebih dalam mengenai keberhasilan ini, kur media SinarLIMA berkesempatan melakukan wawancara eksklusif pada Sabtu (11/7/2026) bersama Bapak Selamet Wijaya, MM, selaku Guru Sejarah dan Kewirausahaan sekaligus salah seorang panitia inti Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SSG SMK Laboratorium Jakarta.
Berikut adalah rangkuman petikan wawancara mendalam terkait kuota, inovasi digital, kepemimpinan muda, hingga komitmen penguatan akhlak di sekolah tersebut.
Kepercayaan Dinas dan Lonjakan Kuota Peserta Didik
Bapak Selamet Wijaya mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pihak dinas terkait program sekolah gratis ini tidak lepas dari pemenuhan persyaratan dan peninjauan ketat yang telah dilakukan aparat sejak tahun lalu.
“Tahun lalu kita dipercaya menerima sekitar 112 siswa untuk program sekolah gratis ini. Alhamdulillah, saat ini di tahun kedua, kuota kita meningkat menjadi 144 siswa. Jadi sudah dua tahun ini berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan signifikan terletak pada durasi waktu pendaftaran. Jika tahun lalu panitia harus mengejar kuota dalam waktu yang sangat singkat (dua hingga tiga hari), tahun ini waktu yang tersedia jauh lebih longgar, yakni dua minggu pada gelombang pertama. Hal ini memungkinkan panitia melakukan proses seleksi yang lebih matang.
Inovasi Aplikasi SPMB Mandiri yang Membanggakan
Salah satu poin paling membanggakan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini adalah penggunaan aplikasi rekapitulasi digital yang dibuat secara mandiri oleh internal sekolah, tanpa mengandalkan pihak luar. Aplikasi sistematis ini lahir dari tangan kreatif seorang siswa produktif dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Aufa Dzaki Zuhdi Wicaksono.
“Aplikasi rekap SPMB itu murni bikinan siswa RPL kita, Aufa dZaki. Tentu dengan arahan yang tepat sehingga sistemnya langsung nyambung dan siap menampung pendaftar dalam jumlah berapa pun. Peserta tinggal unggah berkas, dan sistem di komputer berjalan sendiri secara otomatis,” jelas Selamet.
Berkat sistem yang sudah matang ini, panitia dapat mengelola proses administrasi dengan sangat tenang dan efisien dalam kurun waktu dua minggu pendaftaran.
Grafik Pendaftar Membludak: Tembus 1.140 Pendaftar
Kemudahan sistem digital dan daya tarik program sekolah gratis membuat informasi menyebar luas dengan sangat cepat dari mulut ke mulut, di samping publikasi resmi melalui situs web sekolah. Pendaftar tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, melainkan dari berbagai penjuru Jakarta, seperti Marunda hingga Jakarta Barat, sepanjang memenuhi syarat administrasi KTP dan KK DKI Jakarta.
Statistik pendaftaran mencatatkan angka yang fantastis dari dua gelombang yang dibuka:
-
Gelombang Pertama (15–30 Juni): Mencapai hampir 777 pendaftar.
-
Gelombang Kedua (8–9 Juli): Mengumpulkan hampir 350 pendaftar hanya dalam waktu satu setengah hari.
-
Total Keseluruhan: Mencapai sekitar 1.140 pendaftar.
Dari total ribuan pendaftar tersebut, kuota yang diterima disesuaikan secara ketat berdasarkan nilai Danira (Data Nilai Rapor) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga mengerucut pada angka 144 siswa yang terbagi ke dalam 4 kelas (masing-masing 36 siswa).
Fasilitas Nyaman dan Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Energik
Selain faktor gratis, daya tarik SMK Laboratorium Jakarta juga ditunjang oleh fasilitas sarana prasarana yang sangat memadai, mulai dari lokasi strategis di pinggir jalan, lingkungan yang bersih, hingga ruang kelas yang nyaman dan ber-AC.
Namun, faktor internal yang paling krusial adalah manajemen sekolah yang adaptif. Selamet memuji kepemimpinan Kepala SMK Laboratorium Jakarta yang saat ini dijabat oleh figur muda berusia 30-an tahun.
“Kepala sekolah kita masih sangat muda, usia 35-an. Beliau sangat energik, kreatif, inovatif, tegas, dan pintar. Setiap ada kendala di lapangan, beliau sangat solutif dan cepat menemukan jalan keluar. Ini membuat seluruh program kurikulum dari pemerintah maupun yayasan berjalan beriringan dengan lancar.”
Komitmen Utama: Menciptakan Karakter “Berakhlak Mulia, Bersiap Mendunia”
Bagi SMK Laboratorium Jakarta, membludaknya jumlah murid baru mendatangkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas output. Sesuai dengan slogan sekolah, fokus utama pendidikan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, melainkan pembentukan karakter dan akhlak.
Setiap pagi, sejak pukul 06.30 WIB, para siswa sudah hadir untuk mendapatkan bimbingan, masukan, dan gemblengan mental/spiritual.
“Sepintar-pintarnya orang di jalur akademik, kalau tidak punya akhlak dan etika, maka akan sia-sia. Dengan seleksi ketat dan pembentukan karakter yang homogen dalam satu angkatan, perubahannya sangat kelihatan dalam satu tahun ini. Kebersamaannya jauh lebih kuat,” urai Selamet yang sudah 8 tahun mengabdi di sekolah tersebut.
Meskipun statusnya adalah sekolah umum, penguatan nilai keagamaan dan penerapan kurikulum internal—yang memuat 18 sikap utama dan diturunkan menjadi 10 poin karakter melekat pada kata Acprilesma—sangat didukung oleh pemerintah dan yayasan.
Membangun Potensi untuk Meraih Relasi
Menutup sesi wawancara, Selamet Wijaya menekankan pentingnya atmosfer kekeluargaan dan profesionalisme kompetensi yang ada di lingkungan sekolah. Baginya, kepercayaan dari pihak luar untuk menyelenggarakan program SSG ini adalah buah dari bertemunya potensi internal yang bagus dengan relasi yang luas.
“Kita harus selalu memiliki potensi untuk meyakinkan pihak lain. Kalau potensi kita tidak ada dan hanya mengumbar suara, tentu percuma. Hubungan baik dengan yayasan, pengelola, dan masyarakat harus dijaga. Amanah murid yang banyak ini harus kita ‘eman-eman’ (dijaga baik-baik) agar mereka betah dan target akhlak mulia itu benar-benar tercapai,” pungkasnya.
(Kru Media SinarLIMA / Red)
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis 25 buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732




