Gelar Promkes di SMK Laboratorium Jakarta, Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Kesehatan Hermina Edukasi Personal Hygiene Remaja
JAKARTA, SinarLIMA – Suasana pagi di SMK Laboratorium Jakarta tampak berbeda. Sejumlah mahasiswa dengan seragam khas keperawatan tampak sibuk namun penuh semangat mengedukasi para siswa. Mereka adalah mahasiswa S1 Keperawatan Institut Kesehatan Hermina yang sedang melaksanakan praktik lapangan mata kuliah Promosi Kesehatan (Promkes).
Untuk mengupas lebih dalam mengenai esensi kegiatan ini, jurnalis SinarLIMA melakukan wawancara khusus dengan Dosen Pembimbing, Ns. Nur Endah Rakhmawati, M.Kep., Sp. Kep.Mat., serta dua perwakilan mahasiswi, Syafwatun Nada dan Alia Putri Dwi Lestari. Berikut petikannya:
Sesi I: Menakar Esensi Promkes Bersama Dosen Pembimbing
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, Ibu Nur Endah. Bisa dijelaskan apa sebenarnya tujuan utama dari kegiatan praktik mahasiswa Institut Kesehatan Hermina di SMK Laboratorium Jakarta pada pagi hari ini?
Ns. Nur Endah: Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Jadi, kegiatan mahasiswa pada kesempatan pagi ini di SMK Laboratorium Jakarta adalah praktik Promosi Kesehatan (Promkes). Ini merupakan salah satu implementasi wajib dari mata kuliah Promkes di semester 2. Mahasiswa dituntut untuk mempraktikkan langsung teori yang didapat di kelas ke sekolah-sekolah, salah satunya di SMK Laboratorium ini.
Karena mereka dari program studi S1 Keperawatan, maka materi yang diberikan berkaitan erat dengan kesehatan remaja. Tadi seperti yang kita saksikan bersama, mereka memberikan penyuluhan materi tentang personal hygiene (kebersihan diri).
SinarLIMA: Mengapa topik personal hygiene ini dinilai krusial untuk anak-anak seusia SMK?
Ns. Nur Endah: Materi personal hygiene ini mencakup kebersihan menyeluruh dari ujung rambut sampai ujung kaki (head to toe). Kita tahu ya, remaja sekarang itu terkadang suka abai atau mengabaikan kebersihan dirinya karena berbagai kesibukan atau faktor acuh tak acuh. Oleh karena itu, kami hadir untuk mengingatkan kembali. Tadi juga diakhiri dengan demonstrasi praktik mencuci tangan 6 langkah yang benar menggunakan air mengalir dan hand sanitizer.

SinarLIMA: Bagi mahasiswa sendiri, seberapa penting momen turun langsung ke lapangan seperti ini?
Ns. Nur Endah: Ini sangat penting karena menjadi pengalaman pertama kali bagi mereka berbicara di depan umum dengan pihak eksternal. Kalau selama ini mereka presentasi hanya di dalam kelas di depan teman-teman sendiri, sekarang mereka dituntut berinteraksi secara nyata dengan pihak luar.
Tapi jangan salah, sebelum diterjunkan ke 10 sekolah yang tersebar di DKI, Bekasi, Tangerang, dan Jakarta Timur ini, mereka sudah harus lulus ujian micro teaching internal di kampus kami, Hermina Tower Kemayoran, yang diuji oleh dosen pengajar dan penguji. Jadi mereka memang sudah siap.
Sesi II: Cerita Pengalaman Perdana dari Syafwatun Nada
SinarLIMA: Sekarang kita beralih ke mahasiswa. Halo Mbak Syafwatun Nada, bagaimana Anda melihat jalannya kegiatan hari ini dan bagaimana respons dari adik-adik SMK?
Syafwatun Nada: Halo Pak, Alhamdulillah luar biasa sekali. Dari awal kami melakukan proses perizinan sampai penyuluhan hari ini, respons dari pihak sekolah dan guru-guru sangat baik menerima kami. Partisipasi adik-adik di sini juga Masya Allah, mereka sangat aktif. Saat kami melakukan demonstrasi cuci tangan, mereka langsung mempraktikkan. Ketika sesi tanya jawab, banyak sekali yang mengajukan pertanyaan ke kami.
SinarLIMA: Dari interaksi tadi, bagaimana Anda melihat tingkat pemahaman mereka soal kebersihan diri sebelum materi diberikan?
Syafwatun Nada: Memang sebagian remaja sekarang ada yang acuh. Tapi yang menarik, karena di SMK Laboratorium ini ada jurusan Keperawatan dan Kecantikan, ternyata sebagian dari mereka sudah mempelajari dasar-dasar personal hygiene ini di sekolah. Namun, untuk jurusan lain seperti TKJ, atau RPL, memang masih banyak yang belum tahu secara detail cara perawatan diri seperti keramas dan mandi yang benar. Jadi penyuluhan ini sangat melengkapi pengetahuan mereka.
Sesi III: Evaluasi dan Harapan ke Depan Bersama Alia Putri
SinarLIMA: Halo Mbak Alia Putri Dwi Lestari. Sebagai pengalaman pertama di luar kampus, apa poin evaluasi yang Anda catat, baik untuk adik-adik SMK maupun untuk tim Anda sendiri?
Alia Putri: Kalau untuk anak-anak SMK di sini, menurut saya pemahaman materi mereka sudah cukup baik, mereka tidak benar-benar kosong karena langsung bisa menjawab dan merespons. Harapan kami, setelah penyuluhan ini mereka bisa mempraktikkannya dan menularkan ilmu tersebut ke lingkungan sekitar mereka, seperti mengingatkan pentingnya cuci tangan agar lingkungan ikutan sehat dan nyaman.
Sedangkan untuk evaluasi internal tim kami, namanya juga pengalaman pertama turun ke masyarakat luas, tentu ada beberapa kesalahan kecil atau kekurangan dalam pengaturan di lapangan. Tapi itu wajar dan menjadi gambaran berharga untuk kami agar ke depannya bisa melakukan penyuluhan ke masyarakat yang lebih luas lagi dengan lebih baik.
SinarLIMA: Bagaimana jalannya koordinasi dan solidaritas di dalam tim Anda sendiri selama mempersiapkan acara ini?
Alia Putri: Tim kita benar-benar kompak banget, Pak! Mulai dari awal rapat menyusun rangkaian acara, mematangkan isi materi, hingga pengaturan jadwal bersama pihak sekolah, dosen, dan kampus, semuanya kami bicarakan bersama dengan sangat baik. Kekompakan ini yang membuat acara hari ini berjalan sukses.
Sesi IV: Harapan Kemitraan dan Masa Depan Institusi
SinarLIMA: Kembali ke Ibu Nur Endah. Adakah misi khusus lain yang dibawa oleh Institut Kesehatan Hermina melalui kegiatan turun ke sekolah-sekolah seperti ini?
Ns. Nur Endah: Betul sekali, Pak. Sekalian kami ingin mengenalkan institusi kami ke masyarakat luas. Selama ini kan Hermina hanya dikenal sebagai Rumah Sakit. Padahal, kami memiliki Institut Kesehatan Hermina dengan 8 program studi, dan salah satunya adalah S1 Keperawatan yang saat ini mahasiswanya sedang praktik.
SinarLIMA: Apakah kegiatan edukasi seperti ini akan menjadi agenda rutin yang berlanjut di SMK Laboratorium Jakarta?
Ns. Nur Endah: Untuk mata kuliah Promkes capaiannya memang ada di semester ini dan bagi angkatan ini sudah selesai. Namun, untuk mata kuliah lain di semester-semester berikutnya atau untuk adik tingkat mereka nanti, kemungkinan besar program seperti ini akan berlanjut.
Kesan pertama kami di SMK Laboratorium ini sangat luar biasa, pimpinan dan siswanya sangat sopan dan antusias. Harapan kami ke depan, kerja sama awal yang sudah terbina ini bisa terus dilanjutkan ke dalam event-event lain yang saling menguntungkan. Ini menjadi wadah sharing ilmu yang bagus dari kakak-kakak mahasiswa ke adik-adik SMK, sekaligus menjaga tali silaturahmi kita semua karena kita kan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.
SinarLIMA: Terima kasih banyak atas waktu dan wawancara khususnya, Ibu Nur Endah, Mbak Nada, dan Mbak Alia. Sukses selalu untuk Institut Kesehatan Hermina!
Ns. Nur Endah & Mahasiswi: Terima kasih banyak kembali, Pak. Sukses selalu untuk SinarLIMA. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Pewawancara/Editor: Tim Redaksi SinarLIMA (Sinar5News.com)
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV



