Sinar5news.com — Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi melalui kegiatan studi banding (benchmarking). Komitmen tersebut diwujudkan dengan kunjungan resmi ke Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada Senin, (27/7/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat akreditasi, tata kelola akademik, serta pengembangan sistem informasi manajemen kampus.
Rombongan IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah disambut langsung oleh jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah, Dr. Muslihan Habib, M.A., yang memaparkan perjalanan serta perkembangan institusi sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang telah lama berdiri dan tetap eksis hingga saat ini.

Dalam sambutannya, Dr. Muslihan Habib menyampaikan bahwa IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah masih memerlukan pembinaan dan pendampingan dari perguruan tinggi yang telah lebih maju. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas akademik maupun kelembagaan secara berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., menyatakan kesiapan UMJ untuk berbagi pengalaman serta mendukung pengembangan IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah, khususnya dalam bidang akreditasi, tata kelola akademik, dan pengelolaan institusi.
Selain berdiskusi mengenai tata kelola perguruan tinggi, rombongan juga memperoleh berbagai informasi mengenai strategi pengembangan UMJ. Saat ini, UMJ memiliki 68 program studi dengan jumlah mahasiswa yang mencapai hampir 20.000 orang, termasuk mahasiswa internasional.
Dalam bidang penerimaan mahasiswa baru, UMJ menerapkan strategi yang cukup efektif melalui kerja sama dengan berbagai Pemerintah Daerah (Pemda) di sejumlah provinsi dan kabupaten. Selain itu, UMJ juga membangun konsorsium dengan berbagai lembaga pendidikan untuk memperkuat pelaksanaan penelitian dan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Dari hasil diskusi dan pengamatan langsung, IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah memperoleh sejumlah masukan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan institusi. Di antaranya adalah pentingnya pengembangan sarana dan prasarana kampus agar semakin representatif, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan, penguatan sistem pengawasan internal, penyusunan laporan pertanggungjawaban akademik secara terintegrasi, serta pengembangan Learning Management System (LMS) yang lebih modern dan menarik guna mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan daya saing dalam penerimaan mahasiswa baru.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, kedua perguruan tinggi melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama dalam penguatan bidang pendidikan. Kesepakatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan, meliputi pendampingan akreditasi, peningkatan tata kelola akademik, pengembangan sistem informasi manajemen, hingga pelaksanaan program-program akademik bersama.
Melalui studi banding ini, IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah memperoleh gambaran nyata mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan perguruan tinggi. Hasil kunjungan diharapkan menjadi referensi penting dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola institusi, mengembangkan digitalisasi layanan akademik, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.
(M.Zein)




