SMK Laboratorium Jakarta Gelar Pembiasaan Jumat: Shalat Dhuha, Yasinan, dan Tausiah tentang Empat Ciri Orang Bahagia

SMK Laboratorium Jakarta Gelar Pembiasaan Jumat: Shalat Dhuha, Yasinan, dan Tausiah tentang Empat Ciri Orang Bahagia

SMK Laboratorium Jakarta Gelar Pembiasaan Jumat: Shalat Dhuha, Yasinan, dan Tausiah tentang Empat Ciri Orang Bahagia

JAKARTA, sinar5news.com – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti SMK Laboratorium Jakarta pada Jumat pagi (24/8/2026). Kegiatan rutin mingguan sekolah yang diisi dengan pembiasaan shalat Dhuha dan pembacaan surat Yasin kembali dilaksanakan dengan tertib pada pukul 06.30 WIB.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tausiah rohani yang disampaikan oleh Habib Muhammad Nuh, salah seorang guru pengampu mata pelajaran Tahfidz dan Bahasa Arab di SMK Laboratorium Jakarta.

Mereka dengan tertib dan khusyu’ mendengarkan tausiah yang sangat mencerahkan pagi ini

Dalam tausiahnya, Habib Muhammad Nuh memaparkan materi yang sangat menyentuh hati para siswa mengenai empat tanda orang yang bahagia. Beliau mengupas ciri-ciri tersebut secara mendalam agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh para pelajar.

4 Tanda Orang Bahagia Menurut Habib Muhammad Nuh:

  1. Senantiasa Memohon Ampun (Istighfar) kepada Allah SWT Habib Muhammad Nuh mengingatkan para siswa untuk senantiasa introspeksi diri dan memohon ampun atas segala dosa, baik yang disengaja maupun tidak. Beliau mencontohkan kekhilafan kecil yang kerap terjadi di lingkungan remaja, seperti tidak jujur kepada orang tua mengenai keberangkatan sekolah, berbohong, atau perbuatan keliru lainnya.

    “Dengan selalu mengingat dosa dan memperbanyak istighfar, insya Allah dosa-dosa yang lalu akan diampuni oleh Allah SWT,” pesan beliau kepada para siswa.

  2. Ikhlas dalam Beramal dan Memberi Tanda kedua adalah menjaga keikhlasan dalam berbuat baik. Beliau mengingatkan agar dalam membantu orang lain atau memberi sesuatu, seseorang tidak mengungkit-ungkit pemberian tersebut di kemudian hari. Mengungkit kebaikan justru akan menghilangkan pahala dan membuat amal ibadah menjadi sia-sia.

  3. Melihat Urusan Dunia ke Bawah Dalam menyikapi urusan dunia, umat Islam dianjurkan untuk melihat ke bawah agar senantiasa tumbuh rasa syukur. Habib Muhammad Nuh mencontohkan cara pandang yang bijak dalam kehidupan sehari-hari:

    • Seseorang yang naik sepeda patut bersyukur melihat mereka yang harus berjalan kaki.

    • Orang yang berjalan kaki pun harus tetap bersyukur karena masih diberi nikmat kesehatan dan kehidupan oleh Allah SWT. Beliau juga berpesan kepada para siswa agar tidak berlebihan dalam memuji atau merasa rendah diri di hadapan orang yang berkelebihan harta, serta tetap tampil apa adanya dengan penuh percaya diri.

  4. Melihat Urusan Agama ke Atas Berbeda dengan urusan dunia, dalam urusan ibadah dan amal kebaikan umat Islam justru harus melihat ke atas. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi dan semangat berkompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

    • “Jika melihat teman kita bisa menghafal Al-Qur’an, pandai adzan, terampil menjadi MC, atau menguasai bahasa asing, jadikan itu motivasi agar kita juga memiliki kemauan untuk belajar dan menjadi lebih baik,” ujar Habib Muhammad Nuh.

Melalui kegiatan pembiasaan rutin ini, pihak manajemen dan guru SMK Laboratorium Jakarta berharap para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan kejuruan, tetapi juga memiliki fondasi akhlakul karimah yang kuat, bermental syukur, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

(Red/Sinar5News)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA