Jakarta, 19 Agustus 2026 — Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta menggelar peringatan Maulid Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dilaksanakan secara khusus untuk para santri. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, penuh semangat, dan kebersamaan.
Peringatan Maulid Nabi kali ini memiliki keistimewaan tersendiri. Seluruh rangkaian kegiatan dipercayakan dan dilaksanakan oleh para santri, mulai dari pembawa acara, pembacaan kisah Maulid Nabi, pembacaan tahlil, penyampaian pidato, hingga doa penutup. Bahkan, konsumsi untuk makan malam bersama setelah acara juga dipersiapkan dan disediakan oleh para santri.
Kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan lancar dari awal hingga akhir. Para santri tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Suasana semakin terasa hangat dan penuh kekeluargaan ketika seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan makan malam bersama.
Menariknya, makan bersama dilakukan secara berkelompok menggunakan nampan. Dalam satu nampan terdapat dua, tiga, hingga empat orang santri. Tradisi makan bersama tersebut tidak hanya menjadi penutup kegiatan, tetapi juga menjadi gambaran nyata tentang kekompakan, persatuan, dan kebersamaan yang tumbuh di tengah kehidupan para santri Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.
Dalam sambutannya, Ustadz Sugi yang mewakili Kepala Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama pelaksanaan Maulid Nabi adalah menanamkan dan menumbuhkan kecintaan para santri kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Di antara tujuan kita melaksanakan Maulid ini adalah agar para santri semakin mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum pendidikan bagi para santri. Dengan diberikannya kesempatan kepada mereka untuk terlibat langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan, para santri tidak hanya belajar tentang kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tetapi juga belajar bertanggung jawab, bekerja sama, tampil di hadapan orang lain, serta menghidupkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan pesantren.
Antusiasme para santri terlihat sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti acara dengan penuh perhatian dan semangat hingga acara berakhir. Kebersamaan semakin terlihat ketika para santri duduk bersama menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Melalui peringatan Maulid Nabi ini, keluarga besar Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta berharap kecintaan para santri kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam semakin kuat dan mendalam. Kecintaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan dan seremonial semata, tetapi menjadi motivasi bagi para santri untuk mengikuti akhlak, sunnah, dan tuntunan Baginda Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga dengan kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Allah Subhanahu wa Ta‘ala senantiasa memberikan kemudahan kepada para santri dalam menuntut ilmu, memudahkan mereka dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya, serta membentuk mereka menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, bertakwa, dan menjadi anak-anak saleh yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat di masa yang akan datang.



