Lautan Umat Memadati Pancor: Ustadz Abdul Somad Ungkap 7 Keteladanan Maulana Syekh di Hultah NWDI ke-91
PANCOR, LOMBOK TIMUR (Sinar5news.com) — Suasana haru dan penuh keberkahan menyelimuti kawasan komplek Pondok Pesantren Darunnahdlatain NWDI Pancor, Selong, Lombok Timur pada Ahad (13/09/2026). Lautan manusia yang terdiri dari puluhan ribu bahkan ratusan ribu jamaah, alumni, santri, serta abituren NWDI dari berbagai pelosok Tanah Air hingga luar negeri tampak memadati arena Puncak Hari Ulang Tahun (Hultah) NWDI ke-91.
Tidak ketinggalan, Direktur Media SinarLIMA / Sinar5News.com, Dr. H. Muslihan Habib, MA, hadir langsung di lokasi acara bersama rombongan untuk mengikuti seluruh rangkaian peringatan bersejarah ini.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan Shalawat Nahdlatain, serta pengutipan wasiat-wasiat Al-Maghfurullah Pahlawan Nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang dilantunkan secara bersama-sama oleh puluhan ribu jamaah.
Ketua Umum PB NWDI, TGB. Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, M.A., dalam amanatnya mengajak seluruh jamaah untuk terus merawat legacy perjuangan pendiri NWDI demi mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI.
7 Keteladanan Maulana Syekh Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS)
Puncak acara semakin khidmat saat pendakwah nasional, Ustadz Prof. Dr. H. Abdul Somad, Ph.D. (UAS), menyampaikan tausiyah utamanya. UAS menegaskan bahwa sosok Al-Maghfurullah Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah ulama berilmu tinggi yang warisan perjuangannya patut diteladani.
Berikut 7 Pelajaran dan Keteladanan Penting yang dipaparkan oleh UAS:
-
Semangat Perjuangan Pendidikan: Meneladani kegigihan dan visi besar Maulana Syekh dalam mendirikan serta mengembangkan lembaga pendidikan Islam yang kini melahirkan jutaan alumni di seluruh Indonesia.
-
Pengawalan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak: Pendidikan anak membutuhkan komitmen, kekuatan, dan kesepakatan bersama antara ayah dan ibu. Orang tua diseru untuk tidak sekadar mendaftarkan anak, tetapi juga mendekatkan anak kepada para syekh/guru dan ulama.
-
Kesungguhan Menuntut Ilmu & Menjaga Sanad: Pentingnya menyambung ikatan keilmuan dan tradisi sanad. Generasi penerus diingatkan untuk tidak pernah memutus hubungan atau jauh dari para guru dan ulama.
-
Keberlanjutan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Melanjutkan misi menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah secara istikamah di tengah tantangan zaman.
-
Meninggalkan Warisan (Legacy) Bagi Umat: Mengimbau para tokoh dan pejabat agar mengalokasikan pengaruh serta sumber daya yang dimiliki untuk membangun lembaga pendidikan demi kemaslahatan publik sebelum tutup usia.
-
Pentingnya Silaturahmi Lintas Ulama dan Tokoh: Menjaga tradisi Maulana Syekh yang senantiasa merawat ikatan persaudaraan dan silaturahmi antarulama serta tokoh agama.
-
Apresiasi dan Penghormatan Terhadap Pendidikan Perempuan: Meneladani komitmen NWDI yang sejak awal berdirinya memberikan perhatian besar pada pendidikan kaum perempuan (melalui NBDI) sebagai pencetak generasi benteng keluarga dan bangsa.
Rangkaian Puncak Hultah NWDI ke-91 ini diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan agama, bangsa, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Amr/Red)
📺 Tayangan Siaran Langsung: Seluruh siaran ulang dan momentum peringatan ini dapat disaksikan secara lengkap di YouTube Live: https://youtube.com/live/XwkieAMmVCM




