Dr.TGH.Najmul Akhyar,SH,MH Resmi Nakodai PWNWDI NTB. Berkomitmen Melanjutkan Arah Perjuangan NWDI Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor. ‎

Dr.TGH.Najmul Akhyar,SH,MH Resmi Nakodai PWNWDI NTB. Berkomitmen Melanjutkan Arah Perjuangan NWDI Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor. ‎

‎Sinar5news.com – Lombok Utara – Musyawarah Wilayah II Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (MUSWIL II NWDI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mengambil tema “Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah Terus Berkhidmat Untuk NTB Makmur Mendunia” telah berlangsung dengan lancar dari tanggal 5-6 September 2026. Bertempat di Sekertariat DPD NWDI Karang Anyar Medana Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Ahad (06/09/2026)

Foto: TGB.Dr.TGH.M.Zainul Majdi,MA ( Ketua Umum PBNWDI) Saat Membuka Muswil II PWNWDI NTB.

‎Dalam sesi Pemilihan Ketua Umum Pengurus Wilayah NWDI Masa Khidmat 2026 – 2031 Dr. TGH. Najmul Akhyar, SH.,MH terpilih secara aklamasi dari 15 suara yang merupakan perwakilan dari DPD NWDI se Nusa Tenggara Barat.

‎TGH Najmul Akhyar yang juga Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyampaikan, bahwa terpilihnya dirinya bukan karena lokasi kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), melainkan murni atas kepercayaan seluruh perwakilan wilayah.

Foto: Peserta Muswil II PWNWDI NTB Utusan Masing-Masing Pengurus DPD NWDI Se NTB.

‎Ia mengaku terkejut atas keputusan tersebut karena sebelumnya tidak pernah membayangkan dirinya akan terpilih secara aklamasi menjadi ketua umum PWNWDI periode 2026 – 2031. 

‎“Saya sama sekali tidak pernah membayangankan akan terpilih menjadi Ketua Umum PWNWDI NTB. Untuk itu Jangan sampai ada anggapan karena acara ini dilaksanakan di KLU lalu terpilih saya. Namun, setelah mendengar bahwa 100 persen utusan dari 15 perwakilan memberikan amanah ini, saya tidak bisa menolak. Ini adalah amanah sekaligus beban yang harus saya sukseskan ke depan,” ujarnya.

Foto: Tamu Undangan dan Peserta Muswil II PWNWDI NTB.

‎Sebagai ketua terpilih, Najmul menegaskan komitmennya untuk melanjutkan arah perjuangan NWDI serta memperkuat sinergi lintas sektor. Salah satu agenda utamanya adalah penguatan tata kelola organisasi melalui kolaborasi bersama pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan lainnya.

‎Dalam pandangan kedepannya TGH.Najmul Akhyar NWDI perlu melakukan penguatan organisasi melalui kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu prioritas utama. Pihaknya berencana menjalin kerja sama erat, baik dengan pihak pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan lainnya.

Foto: Sesi Foto Bersama Peserta Muswil II PWNWDI NTB.

‎“Agenda penting yang akan kita lakukan adalah melakukan kolaborasi, baik dengan pemerintah maupun ormas-ormas keagamaan lainnya. Ini akan kita buktikan dan laksanakan,” tegasnya.

‎Terkait dengan langkah strategis dan arah kebijakan organisasi, program kerja resmi baru akan disusun dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang. Pelantikan pengurus baru beserta pembukaan rapat kerja rencananya dilaksanakan dalam satu bulan ke depan.

‎Di akhir penyampaiannya, TGH Najmul Akhyar menyampaikan pesan khusus kepada seluruh warga NWDI di NTB untuk tetap mendukung jalannya organisasi, baik yang hadir secara langsung maupun yang mengikuti rangkaian acara secara dalam jaringan (daring). Beliau juga meminta doa agar dapat menjalankan amanah kepemimpinan ini dengan baik dan bertanggung jawab.

‎Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) NWDI, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr.TGH. M. Zainul Majdi,MA, saat membuka Muswil II mengingatkan posisi strategis NWDI NTB sebagai pusat pergerakan dan percontohan nasional dari sekitar 20 wilayah aktif di Indonesia.

‎”Mengingat NTB merupakan tempat kelahiran NWDI, saya minta peserta Muswil yang dihadiri perwakilan daerah NTB untuk menjadi teladan utama dalam menjalankan visi-misi perjuangan Pendiri NWDI, Maulana Syaikh,”harap TGB.

‎TGB, sembari mengingatkan bahwa esensi utama NWDI sebagai wadah pendidikan (at-tarbiyah) adalah mencetak manusia saleh yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. 

‎TGB mengimbau agar organisasi tidak menghabiskan energi pada urusan prosedural atau perdebatan kepemimpinan yang berlarut-larut. Sebaliknya, fokus utama harus dititikberatkan pada program kerja riil dan terukur demi kemaslahatan umat.

‎“Prinsip ini merujuk pada pedoman Al-Qur’an bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya,” pungkasnya. (red) 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA