Tausiah Menggetarkan Habib Jindan di Hultah NWDI ke-91: Menjaga Sanad Keilmuan, Kemurnian Niat, dan Khidmat Tanpa Batas untuk Bangsa
PANCOR, Sinar5News.com — Gemuruh selawat dan tangis keharuan membuncah di tengah ratusan ribu jemaah yang memadati arena Puncak Peringatan Hultah NWDI ke-91 dan Haul ke-29 Al-Maghfurullah Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Pancor. Suasana spiritual kian menggetarkan jiwa saat ulama kenamaan Tanah Air, Al-Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, naik ke mimbar utama untuk menyampaikan pesan-pesan keumatan.
Dalam ceramahnya yang penuh kesejukan namun sarat ketegasan moral, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fachriyah Tangerang tersebut mengajak ratusan ribu jemaah dan alumni NWDI untuk menyelami hakikat perjuangan pendiri NWDI serta merawat warisan sanad keilmuan dan kebangsaan yang telah ditinggalkan oleh Sang Maulana.
1. Sanad Keilmuan yang Bersambung hingga Rasulullah SAW
Al-Habib Jindan mengawali nasihatnya dengan mengingatkan betapa besarnya nikmat Allah SWT yang dianugerahkan kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Indonesia melalui sosok Pahlawan Nasional Al-Maghfurullah Maulana Syekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Beliau menegaskan bahwa keberkahan dan keutuhan NWDI hingga memasuki usia 91 tahun bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari sanad keilmuan (isnad) yang terhubung kokoh hingga Rasulullah SAW.
“Maulana Syekh tidak hanya meninggalkan bangunan fisik madrasah atau pondok pesantren, tetapi beliau meninggalkan sanad keilmuan yang tersambung suci kepada Nabi Muhammad SAW. Ilmu yang dipelajari di NWDI adalah ilmu yang berkah, ilmu yang membawa keselamatan, dan ilmu yang mengajarkan kelembutan hati,” tutur Habib Jindan di hadapan lautan jemaah.
2. Kemurnian Niat: Rahasia Bertahannya NWDI Selama 91 Tahun
Di tengah godaan arus modernisasi dan kepentingan keilmuan yang kerap terkontaminasi oleh tujuan duniawi, Habib Jindan memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga kemurnian niat (Ikhlas).
Beliau menguraikan bahwa rahasia utama mengapa dakwah dan perjuangan Maulana Syekh tetap hidup serta dicintai ratusan ribu jemaah hingga hari ini adalah karena setiap helai napas perjuangan beliau didasari semata-mata demi meraih keridaan Allah SWT.
“Jika perjuangan didasari oleh niat mencari dunia, kedudukan, atau popularitas, maka ia akan musnah seiring berjalannya waktu. Namun, NWDI berdiri teguh hingga 91 tahun karena didirikan di atas fondasi takwa dan keikhlasan yang murni dari Sang Maulana. Inilah warisan terbesar yang wajib dijaga oleh seluruh pengurus, alumni, dan santri NWDI saat ini,” tegas Habib Jindan dengan nada menggetarkan.
3. Merawat Tradisi Ahlussunnah wal Jamaah dan Cinta Tanah Air
Dalam uraian tausiahnya yang lebih mendalam, Habib Jindan juga menyinggung pentingnya menjaga konsistensi (istiqamah) dalam memegang teguh akidah Ahlussunnah wal Jamaah ala Mazhab Syafi’i, sebagaimana yang diajarkan oleh para pendahulu.
Beliau menekankan bahwa ajaran Islam yang dibawakan oleh pendiri NWDI adalah Islam yang merangkul, mengajarkan kedamaian, serta menguatkan ikatan kebangsaan. Sikap Hubbul Wathan minal Iman (cinta tanah air sebagian dari iman) harus menjadi napas bagi seluruh warga NWDI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Habib Jindan mengajak seluruh jemaah untuk memperkuat barisan di bawah panji-panji kebaikan, menjauhi perselisihan, serta senantiasa mendoakan para pemimpin dan pimpinan perjuangan agar selalu berada dalam bimbingan Allah SWT.
4. Doa dan Refleksi Kebangkitan Umat
Mengakhiri tausiahnya, Habib Jindan memimpin doa bersama yang menggetarkan dada ratusan ribu jemaah. Beliau mendoakan agar keluarga besar NWDI, khusus para pimpinan dan pengasuh yayasan, senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, serta keafiatan dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah dan pendidikan.
Kehadiran Habib Jindan yang selalu setia menyemarakkan Puncak Hultah NWDI dari tahun ke tahun menjadi bukti eratnya tali silaturahmi antara para ulama habaib dan keluarga besar NWDI Pancor, sekaligus penanda bahwa jalinan keilmuan dan keberkahan akan terus mengalir mengiringi langkah NWDI menuju masa-masa depan. (Sinar5News.com/Red)




