*Pesan-pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan menghampiri smartphone kita. Ada yang berupa meme, tausiah, video, dalil Alquran dan hadis, serta artikel pendek yang ditulis oleh pakar ataupun dari instansi atau lembaga terkait. Semua pesan itu muaranya sama, yakni mencegah terjadinya penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) yang mewabah akhir akhir ini*
*SEBAGAI negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, mestinya kita tahu bahwa pesan untuk selalu menjaga kebersihan sebenarnya telah disampaikan oleh Rasulullah SAW sekitar 14 abad yang lalu. Tujuanya agar umat manusia menjadi orang yang sehat dan kuat, baik jasmani maupun ruhani.*
*DALAM sebuah hadis disebutkan, _*
*“Seorang mukmin yang kuat (fisik, mental, jiwa, dan raga) lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.”*_ (HR Muslim).
*WALAUPUN Nabi SAW bukan dokter, beliau atas bimbingan Allah selalu mengingatkan umatnya untuk menjaga kebersihan. Caranya, kita bisa aktif melakukan aktivitas membersihkan diri dan lingkungan sekitar agar tetap bersih. Bisa juga dilakukan secara pasif, yakni tidak mengotori lingkungan sekitar dengan berdiam diri*
*KETIKA menghadapi wabah penyakit yang mematikan, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa “Tha’un” (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah untuk menguji hamba-hamba-Nya. *_”Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasukinya. Akan tetapi, jika terjadi wabah di tempat kamu berada, jangan tinggalkan tempat itu.”_* (HR Bukhari)
*RASULULLAH SAW pun menganjurkan untuk melakukan isolasi agar penyakit yang dialaminya tidak menular kepada yang lain. Hal ini sebagaimana hadis, _*”Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.”*_ (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Dengan demikian, penyebaran wabah penyakit dapat diminimalisasi.*
*AKTIVITAS itulah yang sekarang dikenal dengan _social distance_, yakni suatu pembatasan untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. Caranya adalah dengan menjauhi kerumunan, jaga jarak, dan di rumah saja. Kegiatan _social distance_ tidak hanya dalam muamalah seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya, tetapi juga dalam hal ibadah.*
*MAKA, salat berjamaah di masjid boleh diganti dengan salat di rumah. Salat Jumat pun boleh diganti dengan salat zuhur di rumah guna menghindari wabah penyakit. Inilah yang kemudian dalam hadis yang dijadikan kaidah fikih, yakni “la dharara wala dhirar” _*”Tidak boleh berbuat mudarat dan hal yang menimbulkan mudarat.”*_(HR Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal dari Abdullah ibn ‘Abbas), dijadikan pedoman*.
*NABI MUHAMMAD SAW juga sangat mendorong umatnya untuk mematuhi praktik higienis. Gaya hidup sehat akan membuat orang tetap sehat dan aman dari infeksi. Di antara gaya hidup sehat adalah mencuci tangan.*
*HAL itu sebagaimana dijelaskan dalam hadis (yang artinya), *_“Barang siapa tertidur dan di tangannya terdapat lemak (kotoran bekas makanan) dan dia belum mencucinya, lalu dia tertimpa oleh sesuatu, janganlah dia mencela melainkan dirinya sendiri.”_* (HR Abu Daud).
*DALAM hadis lain, dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) seperti ini.*
*_”Apabila seseorang dari kalian berwudhu, hendaklah memasukkan air ke dalam hidung, kemudian menyemburkannya.”_*
*_”Siapa saja yang ber-istijmar (bersuci menggunakan batu), hendaklah mengganjilkan. Dan, jika seseorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaklah mencuci kedua (telapak) tangannya sebelum memasukkannya ke dalam bejana tiga kali.”_*
*_” Maka, sesungguhnya seseorang dari kalian tidak mengetahui ke mana tangannya bermalam.”_* (HR Bukhari).
*URAIAN tersebut menjelaskan tentang beberapa upaya preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya wabah penyakit, termasuk penyebarannya, yakni menjaga kebersihan, isolasi, dan cuci tangan. Namun, terkadang, penyakit tetap saja datang yang menyebabkan terjadinya sakit. Maka, harus ada upaya kuratif untuk mengatasi agar sembuh dari penyakit yang dialaminya.*
*UPAYA kuratif yang dilakukan, sebagaimana disarankan oleh Rasulullah Muhammad SAW, adalah berobat. Terbukti bahwa penyakit akibat Covid-19 bisa disembuhkan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini.*
*_”Aku pernah berada di samping Rasulullah SAW. Lalu, datanglah serombongan Arab dusun.”_*
*_”Mereka bertanya, ‘Wahai, Rasulullah, bolehkah kami berobat?'”_*
*_”Beliau menjawab, ‘Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab, Allah tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.’ Mereka bertanya, ‘Penyakit apa itu?’ Beliau menjawab, ‘Penyakit tua.'”_* (HR Ahmad, Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan at-Tirmidzi).*
*MELIHAT kondisi sekarang ini, dengan penyebaran wabah pandemik Covid-19 begitu masif. Sementara itu, di sisi lain fasilitas layanan kesehatan yang ada terbatats dan masih belum memadai seperti ruangan isolasi, peralatan medis, tenaga medis, dan vaksin maka yang paling efektif adalah menjaga kesehatan diri kita sendiri.*
*HAL itu lebih mudah, murah, dan efisien. Setidaknya dengan menjaga kesehatan diri, resiko yang mungkin timbul akan berkurang serta. Cara tersebut juga dapat membantu meringankan sesama manusia.*
*KARENA itu, menjaga kebersihan diri, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, tetap melakukan aktivitas dari rumah, menaati anjuran pemerintah sebagai otoritas yang berwenang, serta berdoa agar terhindar dari penyebaran penyakit menular merupakan ikhtiar yang bisa kita lakukan. Hal itu bertujuan untuk mencegah agar terhindar dari wabah sebaran Covid-19.*
*_Bismillahirrahmanirrahim. Allaahumma-ghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa’aafinii, warzuqnii._*
*Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki*
*SERING SERINGLAH BERSOLAWAT AGAR SERING JUGA DIKUNJUNGI MUHAMMAD SAW*
*ISRA’ Mi’raj merupakan satu di antara mukjizat Nabi Muhammad SAW, sekaligus sebagai bukti kenabian dan kerasulan beliau. Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjid al-Aqsha di Palestina. Isra’ Mi’raj juga melibatkan “dialog” antara langit dan bumi._*
*DENGAN menunggangi Buraq dan ditemani malaikat Jibril, Nabi Muhammad SAW naik ke langit hingga lapis ketujuh, yaitu Sidratul Muntaha. Ini dilakukan dalam waktu satu malam, tepatnya pada Senin 27 Rajab tahun 621 M*
*ISRA’ Mi’raj terjadi setahun sebelum beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah. Dalam peristiwa fenomenal itu dikisahkan bahwa Rasulullah SAW bertemu dengan para Nabi pendahulunya, sekaligus mendapatkan wahyu berupa perintah melaksanakan salat lima waktu.*
*PERJALANAN tersebut diawali dengan melakukan perjalanan dari Mekkah ke Madinah yang dikenal dengan istilah Isra’. Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke langit sampai pada langit ketujuh yang dikenal dengan istilah Mi’raj.*
*ADA kisah dalam peristiwa tersebut, yakni dialog antara langit dan bumi yang mengklaim paling mulia. Langit berharap dikunjungi oleh ciptaan Allah yang paling mulia pula, yaitu Nabi Muhammad SAW.*
*DIALOG antara langit dan bumi merupakan sebab-sebab (musabab) terjadinya Mi’raj Nabi SAW. Dialog antara langit dan bumi yang saling mengklaim paling mulia sebagaimana berikut ini.*
*_“Aku lebih baik ketimbang kamu (langit), karena Allah telah menghiasiku dengan hamparan pulau, lautan, sungai, pepohonan, pegunungan dan lain sebagainya,”_* kata Bumi.
*JAWAB Langit, *_“Aku lebih baik daripada kamu (bumi), karena matahari, bulan, bintang, falaq (garis edar), buruj (gugusan bintang), arsy (singgasana-Nya), kursy (kekuasaan-Nya) dan surga berada padaku.”_*
*SEOLAH tidak mau kalah, Bumi kemudian membalas, *_“Dan padaku ada Baitullah (Ka’bah) yang selalu diziarahi dan digunakan untuk melaksanakan ibadah thawaf oleh seluruh para Nabi dan Rasul, ulama, ahli hukum, para pembesar dan orang-orang yang beriman.”_*
*SEJURUS kemudian, Langit berkata, *_”Dan padaku ada Baitil Ma’mur, yang digunakan thawaf oleh seluruh malaikat, dan padaku ada surga yang menjadi tempat para arwah nabi dan rasul, ulama yang mengamalkan ilmunya, para hukama, para pembesar dan orang-orang salih.”_*
*BUMI pun menjawab, *_“sesungguhnya pemimpin para rasul dan penutup para nabi, kekasih rabbil alamin berada padaku, dan syari’atnya berjalan di atasku.”_*
*KETIKA mendengar jawaban tersebut, Langit terdiam dan tidak mampu menjawab. Ia lantas mengadu kepada Allah, *_“Ya Allah, Engkau Maha mengijabah doa hamba yang butuh ketika berdoa, kini aku tak mampu menjawab bumi. Maka, aku mohon agar Engkau sudi menaikkan Nabi Muhammad SAW padaku, sehingga aku bisa berbangga kepada bumi dengan Mi’rajnya Nabi SAW.”_*
*ALLAH kemudian mengabulkan permintaan Langit dan memberikan wahyu kepada malaikat Jibril tertanggal malam 27 Rajab. Allah memerintahkan kepada malaikat Jibril, *_“Wahai Jibril, bawalah pada-Ku Nabi Muhammad SAW.”_*
*JIBRIL lalu bergegas bersama Mikail ke surga. Sewaktu tiba di surga, keduanya melihat 40.000 Buraq sedang memakan rumput surga, tetapi Jibril dan Mikail melihat satu Buraq yang selalu menundukkan kepalanya dan menangis dengan air mata yang deras*
*MALAIKAT Jibril kemudian bertanya kepada Buraq tersebut, *_”Wahai Buraq. Ada apa denganmu?”_*
*_’Wahai Jibril. Aku telah mendengar seorang hamba yang bernama Muhammad SAW selama 40.000 tahun. Entah mengapa aku jatuh cinta dan merindukan pemilik nama ini. Sejak itulah, aku butuh makanan dan minuman karena aku telah terbakar api kerinduan,”_* terang Buraq.
JIBRIL pun berkata, *_”Aku akan mempertemukanmu dengan orang yang kau rindukan tersebut.”_*
*MALAIKAT Jibril kemudian membawanya bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. Tujuannya adalah untuk melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dari bumi (Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha) ke langit, hingga menembus Sidratul Muntaha.*
*BEGITU agung dan mulianya manusia yang bernama Muhammad SAW. Sampai-sampai langit dan bumi pun mengklaim paling mulia di antara yang satu dengan yang lain.*
*HAL itu semata-mata agar dikunjungi oleh Rasulullah SAW. Bahkan, seperti dinarasikan oleh kisah di atas bahwa Buraq pun telah merindukan berpuluh-puluh ribu tahun momentum tersebut.*
*OLEH karena itu, mari kita senantiasa selalu mendengungkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW supaya, kelak, mendapatkan syafa’atnya di akhirat dan selalu dijaga oleh Allah.*
*_Bismillahirrahanirrahim. Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala aali sayidina muhammadin wa ‘ala ahli baitihi._* Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, dan kepada penghuni rumahnya (ahlil bait).
*Tiap Hari ini pada pukul 18.00 (sehabis maghrib Nyok seluruh Warga Besar Nurul Ihsan, Iptek dan Kharisma (Guru, Karyawan, Siswa dan Orang Tua Siswa), serta seluruh kaum muslimin dan muslimat Nyok bersama2 kita Berdoa kepada Allah SWT untuk memohon Perlindungan dari COVID 19.*
*Ratibul Haddad*
*HasbunAllah wani’mal wakil semampunya*
*Tasbih semampunya*
*سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله اكبر ولا حول ولاقوة إلا بالله العلي العظيم*
*Subhaanalloohi wal hamdulillaahi wa Laa ilaaha illalloohu walloohu akbaru wa Laa Haula wa Laa quwwata illaa billaahil’aliyyil’adhziim*
*Istighfar semampunya*
*أستغڤر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم و اتوب اليه*
*Astaghfirulloohal ‘adhziim, Alladzii Laa ilaaha illaa huwal Hayyul Qoyyuumu wa Atuubu ilaiih*
*- Sholawat semampunya.*
*اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد فى كل لمحة ونفس بعدد كل معلوم لك*
*Alloohumma sholli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa aali sayyidina Muhammad, fii kulli lamhatiw wa nafasim bi ‘adadi kulli ma’luumil lak*




