Prof H Agustitin: WISATA BATINIAH TENTANG PANCARAN CAHAYA HATI YANG TOTAL MAMPU MENELAWAN COVID 19

Prof H Agustitin: WISATA BATINIAH TENTANG PANCARAN CAHAYA HATI YANG TOTAL MAMPU MENELAWAN COVID 19

*Menurut ilmu anatomi tubuh manusia “hati ” merupakan salah satu bagian dari organ tubuh manusia,*

*Di dalam kitab Al qur’an hati merupakan penentu sifat seseorang yang terkait dengan baik atau buruknya seseorang sangat ditentukan hatinya. Dalam bahasa Arab, hati disebut dengan Qalbu. Kita sering mendengar betapa pentingnya organ hati tempat ” ” terpentalnya cahaya rasa, cahaya cipta dan cahaya karsa”. Apabila ketiganya memancar seirama dan sempurna(tota) mampu menembus otot otot tubuh sehingga bergerak sempurna dan membentuk karakter yang sempurna dengan hasil karya yang sempurna pula.*

*Apabila “cahaya hatinya tidak sempurna maka , karakter yang terbentuk juga tidak akan sempurna yang cenderung berperilaku buruk,jahat,kiamat sombong, munafik dll, yang karyanya selalu membuat kerusakan” sunatullah (harmoni kehidupan)*

*Rasulullah SAW saat masa kecil dibersihkan hatinya dari berbagai kotoran oleh Malaikat JIbril ,baca kitab Sirih Nabi (kisah teladan nabi Muhammad SAW dan keutamaan cinta kepada Rasulullah SAW bagi umat islam*)

*Hati merupakan tempat bersemayamnya penyakit hati(virus hati yang biasa di sebut kangker hat)*

*.Yang termasuk penyakit hati dalam islam dan bahayanya penyakit jika tidak segera diobati adalah*

*A Penyakit hati adalah penyakit atau gangguan yang ada pada hati dan perasaan manusia. Penyakit hati dalam yang akan kita bahas berikut ini ,bukanlah penyakit hati yang menyangkut kesehatan seperti penyakit liver, chirhosis, dan lain sebagainya*

*Tetapi yang di maksud dgn Penyakit hati yang ada Al_quran adalah hati setiap orang yang bisa mempengaruhi perilaku dan perbuatannya serti yang tersebut di atas,*.
*Perihal mengenai penyakit hati ini disebutkan dalam firman Allah SWT berikut ini*

*وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ*

*Adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan hal itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah : 125)*

*Dalam firman tersebut disebutkan bahwa penyakit dalam hati seseorang bisa membwa pada kekafiran dan mati dalam keadaan kafir.”*

*Oleh sebab itu selayaknya sebagai muslim kita harus senantiasa menjaga hati dari berbagai kotoran dan penyakit yang bisa merusak keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT.*

*B Jenis Penyakit Hati*

*Agar kita bisa menjaga hati dan senantiasa waspada pada penyakit-penyakit hati ,. Berikut ini adalah beberapa penyakit hati yang biasa terjadi pada manusia dan berbahaya jika dibiarkan begitu saja.*

Pertama *Hasad,*
Kedua *Iri*
Ketiga., *Dengki*

*Ketiga jenis penyakit ini hampir sama dimana perasaan hasad atau iri adalah orang yang tidak suka jika seseorang mengalami kebahagiaan sementara perilaku atau sifat dengki lebih parah lagi, ia bukan hanya tidak senang jika seseorang mendapatkan kebahagiaan, ia juga akan mendoakan agar kebahagiaan hilang dari orang tersebut dan berpindah pada dirinya*

*Perintah untuk menjauhi penyakit hati ini terkandung dalam firman Allah ayat berikut*

*وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا*
*Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An Nisa : 32)*

*Penyakit hati ini juga disebutkan dalam hadits berikut ini* *“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala( energi positif yang melawan virus negatif baik yg kasat mata maupun yg tidak kasat mata sebagaimana api memakan kayu”. (HR. Abu Dawud)*

*C. Berperilaku Sombong atau Takabur*
*Perilaku sombong atau takabur sangatlah tidak disukai Allah SWT. Seseorang yang sombong biasanya akan merasa bangga pada dirinya dan apa yang dimilikinya dan menganggap remeh ,seperti yang terjadi saat ini adanya ujian dari Allah teng wabah COVID 19 mereka abai. Tidak ada manusia yang kebal terhadap ujian Allah*
*Munafik berasal dari kata nafaqa-yunafiqu-nifaqan wa munafaqan atau dari ”an-nafaqa” (nafaq) yaitu ‘lubang tempat bersembunyi’. Dalam Islam, orang yang munafik adalah orang yang “menampakkan kebaikannya” namun “sesungguhnya menyembunyikan kekufuran”.*

*Inilah yang membuatnya sulit untuk mengenalinya diantara muslim lainnya. Namun orang munafik memiliki sifat yang dapat kita ketahui. Dengan mengetahui sifat-sifat ini, maka kita dapat mengenali orang munafik tersebut. Berikut ini adalah beberapa sifat (ciri orang munafik) al:*

*1. Berkata Bohong*
*Orang yang munafik adalah orang yang suka berbohong. Ia akan berkata baik kepada kita, namun jika tidak ada kita maka ia justru akan berkata sebaliknya. Inilah ciri utama pada seorang munafik.*

*Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 14:*

*وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ*

*Dan apabila mereka berjmpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila mereka apabila mereka kembali pada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata “Sesungguhnya kami bersamamu, kami hanya berolok-olok.”*

*2. Suka mempermainkan perintah Allah*
*Orang munafik adalah seorang muslim yang sangat suka bermain dengan ajaran Islam. Ia tidak akan segan untuk melakukan candaan yang berhubungan dengan ajaran Islam. Namun jika ia diberi peringatan, ia justru hanya mengatakan bahwa ia hanya bercanda. Allah berfirman,*

*يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ* *لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ*

*“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”(At Taubah : 64-66)*

*3. Dengki*
*Dengki atau hasad adalah sifat orang munafik yang tidak senang melihat kebahagiaan orang lain. Di depan orang lain ia akan merasa senang, namun di belakangnya justru menyusun keburukan untuk orang tersebut. Allah berfirman,*

*أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ*

*“Atau apakah orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?” (Muhammad : 29)*

*4. Khianat*
*Jika seorang munafik diberikan amanah, ia akan berkhianat. Ini adalah salah satu sifat munafik yang sangat mencolok. Seorang munafik yang diberi jabatan tentu tidak akan pernah bisa menjadi pemimpin yang baik. Allah berfirman,*

*وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨*

*Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (Q.S al-Mu’minun : 8)*

*5. Ingkar janji*
*Jika sudah tidak amanah, tentu ia juga tidak akan bisa menepati janjinya. Meskipun ia telah berjanji atau bahkan bersumpah, ia akan merasa berat menepati janjinya. Allah berfirman,*

*وَأَوۡفُواْ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمۡ وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا وَقَدۡ جَعَلۡتُمُ ٱللَّهَ عَلَيۡكُمۡ كَفِيلًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ ٩١*

*Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat. (Q.S an-Nahl:91)*

*6. Malas beribadah*
*Orang munafik sebenarnya hanya beribadah jika dilihat orang lain saja. Mereka sebenarnya sangat malas dalam beribadah, terutama sholat. Allah berfirman dalam  surat an-Nisa’ ayat 142,*

*إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٤٢*

*Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.*

*7. Berprasangka buruk pada Allah*
*Orang munafik tidak memiliki keyakinan pada Allah SWT. Mereka selalu berprasangka buruk pada Allah dan rasulNya. Allah berfirman*,

*وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْء**

*Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allâh. [Al-Fath /48:6*]

*8. Lebih dekat pada orang orang yang tidak taat kpd Allah Swt*
*Orang munafik biasanya tidak bergaul dengan orang sholeh. Mereka lebih banyak mendekatkan diri pada orang2 yang taat pada Allah. Mereka tidak akan mendapatkan perlindungan dan keuntungan sama sekali dari Allah SWT sebagaimana firmannya,*

*فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ*

*Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada merdeka dalam hatinya ( yaitu orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (orang orang yang pandai bicaranya dan lain sekali dengan hatinya), mereka seraya berkata, “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allâh akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasûl-Nya), . Akan tetapi , mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan hati mereka yang berbeda. [Al-Mâ’idah /5:52]*

*Pendapat para Sufi: Orang yang seperti tsb di atas sangat rentan terkena wabah sebagai ujian dari Allah SWT*

*Karena itu mari kita menghindar dari sifat tsb agar setiap langkah kita senantiasa dilindungiNya*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA