Secara sederhana, berbekam dapat diartikan dengan proses mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh dengan menggunakan alat tertentu yang masyhur disebut dengan alat bekam.
Karena dalam berbekam ada proses mengeluarkan darah, maka tidak menutup kemungkinan, bagi orang yang sedang berpuasa dan memiliki fisik yang lemah, akan merasakan dampak dari pengeluaran darah tersebut.
Lalu, apakah berbekam dibolehkan saat sedang menjalankan ibadah puasa ?. Dan apakah berbekam berpengaruh terhadap kualitas puasa seseorang ?.
Untuk menjelaskan masalah berbekam bagi orang yang sedang berpuasa, ada baiknya kita mengutip hadits tentang berbekam yang terdapat pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist 1802. Berikut teks haditsnya :
حَدَّثَنَا مُعَلَّى بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَهُوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهُوَ صَائِمٌ
Telah menceritakan kepada kami Mu’alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Wuhaib dari Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam ketika sedang berihram dan juga berbekam ketika sedang berpuasa.
Tentang masalah diatas, juga dapat kita lihat pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 1803
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ احْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ صَائِمٌ
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbekam ketika sedang berpuasa.
Dalam kumpulan hadits yang sama, juga dapat kita temukan tentang penjelasan bekam bagi orang yang sedang berpuasa pada No. Hadist: 1804 berikut:
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ ثَابِتًا الْبُنَانِيَّ قَالَ سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَكُنْتُمْ تَكْرَهُونَ الْحِجَامَةَ لِلصَّائِمِ قَالَ لَا إِلَّا مِنْ أَجْلِ الضَّعْفِ وَزَادَ شَبَابَةُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, aku mendengar Tsabit Al Bunaniy berkata; Anas bin Malik radliallahu ‘anhu pernah ditanya; apakah engkau membenci berbekam ketika berpuasa? Dia menjawab: “Tidak, kecuali jika fisik lemah”. Syababah menambahkan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah: “Yaitu pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “.
Muhammad Fathi




