Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 262 || 13 Jumadil awal 1447 H

Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 262 || 13 Jumadil awal 1447 H

Ujian shalat di tengah dingin 

Setiap muslim tentu memahami bahwa salat adalah tiang agama, amalan pertama yang akan dihisab di akhirat, dan tanda nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah Swt. Namun, di balik keindahan ibadah ini, ada berbagai ujian yang kerap menguji kesungguhan kita untuk menegakkannya. Salah satu ujian yang sering terasa berat adalah ketika udara begitu dingin—baik di waktu subuh maupun pada malam hari—yang membuat tubuh enggan beranjak dari kehangatan selimut.

Cuaca dingin sering kali menjadi alasan yang tampak sepele, namun sesungguhnya berpotensi besar melemahkan semangat ibadah. Dingin membuat tubuh ingin terus beristirahat, pikiran menunda-nunda bangun, dan hati menjustifikasi kemalasan dengan berbagai alasan. “Nanti saja,” “Masih terlalu pagi,” atau “Tunggu agak hangat sedikit,” adalah bisikan yang kerap muncul di kepala. Padahal, di balik rasa malas itu tersembunyi ujian besar yang menentukan kualitas iman seseorang.

Dingin: Nikmat yang Menjadi Ujian

Cuaca dingin sejatinya adalah nikmat Allah. Ia memberikan kesejukan, menyeimbangkan panas, dan menenangkan tubuh. Namun, di sisi lain, nikmat itu juga bisa menjadi ujian. Sebab, dalam keadaan dingin, manusia diuji antara memilih kenyamanan dunia atau ketaatan kepada Sang Pencipta.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur’an:

    “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”(QS. Al-Baqarah [2]: 155)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa ujian bisa datang dalam bentuk apa saja, termasuk dalam bentuk kenyamanan yang membuat lalai. Cuaca dingin adalah contoh nyata. Ketika tubuh dimanjakan oleh rasa nyaman, justru di situlah Allah menilai, apakah kita lebih memilih kenikmatan sementara atau kedekatan abadi dengan-Nya.

Selengkapnya baca di : Buletin Jum’at HAMZANWADI edisi 262

Donasi ke Panti Asuhan Nahdlatul Wathan Jakarta melalui rekening resminya di – 32500 1002 159536 Bank BRI- atas nama PA.AS NAHDLATUL CQ SUHADI 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA