Sartono dilahirkan di Wonogiri pada tanggal 15 Februari 1921 M. Dalam menghadapi realitas sekitarnya menuju bentuk pikiran seperti tercantum dalam pralambang jayabaya disusun dalam suatu gambaran atau pandangan dunia.
Orientasi kepada kehidupan organis menimbulkan bentuk pikiran siklis, sedangkan pemikiran realitas yang diarahkan kepada proses kemanusiaan dengan melihat suatu telos (tujuan) atau fisis (akhir) membntuk pikiran yang linear.
Filsafat sejarah sebagai bagian inheren dari pandangan dunia akan mengikuti pola pikir yang berkuasa dalam kebudayaan dan merupakan bentuk pikiran dari kebudayaan. Dengan menguraikan unsur-unsur pralambang jayabaya sebagai filsafat sejarah, mungkin akan tampak suatu bentuk pikiran sebagai suatu segi dari ragam kebudyaan Indonesia.
13 November 2020
Hipzon Putra Azma




