dan dia tinggal mandi membersihkan diri dari junubnya.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَتْنِي عَائِشَةُ وَأُمُّ سَلَمَةَ زَوْجَا النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ثُمَّ يَغْتَسِلُ فَيَصُومُ
Qutaibah menceritakan kepada kami, Al-Laits memberitahukan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Abu Bakar bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam, ia berkata, “Aisyah dan Ummu Salamah (istri Nabi SAW) berkata (kepadaku), “Ketika memasuki waktu Fajar Nabi SAW dalam keadaan junub karena (bergaul dengan) istrinya, maka beliau mandi lalu berpuasa. ” Shahih: Ibnu Majah (1703)
Demikian sekelumit tentang permasalahan junub di bulan suci Ramadhan. Intinya, bagi yang belum mandi junub pada siang harinya, hendaklah dia mandi dan melanjutkan puasanya.
Wallahu A’lam
Fath




