Kabar Duka: Ika Sartika, Kader Militan Angkatan Pertama Pemuda Nahdlatul Wathan Jakarta Berpulang ke Rahmatullah
JAKARTA, Sinar5News.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Wathan (NW) Jakarta dan Media Sinar5News.com. Salah satu kader terbaik, pejuang dakwah, dan sosok yang dikenal sangat bersahaja, Ika Sartika binti Yayah Suhaya, telah berpulang ke rahmatullah dalam usia 54 tahun.
Almarhumah mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Islam Jakarta Timur pada pagi ini, Rabu, 17 Juni 2026 pukul 07.23 WIB. Kepergian sosok yang penuh dedikasi ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh jamaah yang mengenal kebaikan hati beliau.
Pelaksanaan Shalat Jenazah
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, almarhumah dishalatkan di Masjid Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Jakarta. Prosesi shalat jenazah berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, TGKH. Muhammad Suhaidi, SQ yang bertindak sebagai imam.
Setelah shalat jenazah selesai, doa bersama dipimpin oleh Ustaz Sugiatul Fathi, M.Sos, salah seorang pengasuh dan pengajar di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, yang mengantarkan kepergian almarhumah dengan iringan doa-doa terbaik.
Menatap Jejak Perjuangan: Sang Pionir Pemuda NW Jakarta
Almarhumah Ika Sartika bukan sekadar nama biasa dalam catatan sejarah Nahdlatul Wathan di Jakarta. Beliau merupakan alumni Pemuda NW Jakarta Angkatan Pertama. Sejak awal berdirinya organisasi ini di ibu kota, almarhumah telah mewakafkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk aktif di dunia kepemudaan.
Bersama para sahabat seperjuangannya, seperti Zainuddin, Arifin, dan tokoh-tokoh pemuda lainnya, almarhumah tergolong sebagai kader yang sangat militan dan aktif.
-
Syi’ar Islam Tanpa Lelah: Beliau selalu hadir di garis depan dalam mensukseskan Hari Besar Islam (PHBI), pesantren kilat, hingga semarak kegiatan di bulan suci Ramadan.
-
Jiwa Sosial Tinggi: Almarhumah tidak pernah absen dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat, mengakar kuat pada nilai-nilai kepesantrenan yang diajarkan di Nahdlatul Wathan Jakarta.
Sosok Humis, Peduli, dan Tiang Penyangga Keluarga
Di mata para sahabat dan masyarakat, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang supel, ramah, dan sangat mudah bergaul. Pintu tangannya selalu terbuka untuk membantu siapapun yang membutuhkan pertolongan, tulus tanpa mengharap pamrih, sejauh batas kemampuan yang beliau miliki.
Bukan hanya hebat di luar, almarhumah adalah tiang penyangga yang luar biasa di dalam rumah tangga. Beliau merupakan sosok yang sangat memperhatikan keluarga; seorang istri yang berbakti, ibu yang penuh kasih bagi empat orang anaknya, serta saudari yang hangat bagi tiga saudara kandungnya yang masih hidup saat ini, yaitu Een Sukaesih, Ucuk Supriatna, dan Asep.
Kepergian beliau yang begitu cepat menguras air mata orang-orang terdekat. Sahabat, tetangga, dan jamaah merasa kehilangan figur wanita saleha yang selama ini menjadi teladan dalam kepedulian sosial.

Peristirahatan Terakhir di Tanah Leluhur
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah almarhumah selanjutnya akan dihantarkan dan dimakamkan di Bandung, Jawa Barat, yang merupakan tanah leluhur dari orang tuanya. Kini, tugas sang pejuang telah usai di dunia. Allah SWT telah memanggilnya pulang di hari yang penuh berkah ini.
Doa dan Takziah dari Segenap Keluarga Besar
Segenap Keluarga Besar Yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta, beserta dewan guru, para jamaah, dan redaksi Sinar5News.com mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ika Sartika binti Yayah Suhaya.
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah kesalahannya. Jadikanlah kuburnya bagai taman dari taman-taman surga-Mu yang luas dan terang. Karuniakanlah ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan yang luas bagi suami, anak-anak, dan keluarga besar yang ditinggalkan.”
Selamat jalan, Ibu Ika Sartika. Semoga perjalananmu menghadap Sang Khaliq menjadi perjalanan yang indah, dipenuhi berkah, mendapatkan syafaat dari Baginda Rasulullah SAW, dan kelak ditempatkan di jannah tertinggi-Nya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732





