Oleh: Lalu Tjuck Sudarmadi
Dalam kepanikan menghadapi berbagai bencana nasional, dan keseriusan Presiden Prabowo Subianto/PS turun gunung memimpin langsung penanggulangan bencana tersebut, khususnya operasi pemadaman Karhutla yang sangat parah tahun ini, ada yang jadi pembicaraan di publik dan di medsos. Metode pemadaman api yang menjadi viral dan dicemooh yaitu langkah Kapolri melawan karhutla dengan menyemprotkan bahan yang terbuat dari Cassava/singkong. Mendadak Kapolri mendapatkan kritik luar biasa, karena mindset masyarakat, cassava itu bahan makanan, apa hubunganya dengan memadamkan api.
Saya tergelitik menulis dan menceritakan sekaligus untuk sekedar menambah informasi atau pemahaman kenapa kok “ujug ujug” singkong muncul di Karhutla yang heboh tersebut.
Saya menilai Kapolri dalam melaksanakan perintah Presiden, beliau hebat dan nampaknya gemar membaca atau setidaknya mau mendengar, dan ini yang nenarik, karena sebagai pemimpin penting dan harusnya mau untuk mendengar,
“listen to learn, learn to listen” dan hasilnya beliau mendapatkan sesuatu yang berharga, terlepas dari hasilnya. Namun langkah itu setidaknya mendorong perlunya reaserch dan development/RD dilaksanakan secara mendalam, systematic dan terukur mencari solusi untuk permasalahan bangsa dan negara khususnya karhutla yang pasti muncul setiap tahun.
Kedua, alasan saya menulis karena ada sedikit kaitan issue cassava ini dengan pribadi saya. Saat masih sebagai pejabat, dalam perjalanan pulang dari tugas pembinaan, diatas pesawat Garuda saya duduk bersebelahan dengan seorang perempuan pengusaha muda. Dalam pembicaraan tiba tiba dia meminta tolong agar kakaknya seorang peneliti bergelar Ph.D tamatan Luar Negeri, ingin dipertemukan dengan Presiden Gus Dur waktu itu. Karena kakaknya ingin mematenkan formula hasil researchnya yang bisa digunakan antara lain untuk memadamkan api dan atau pelapis material untuk tahan api. Kenapa harus ke Presiden, saya tanya begitu. Dia jawab kalau didaftarkan langsung khawatir nanti formulanya diambil pihak lain dan patentnya ga di dapatkan. Yang menarik, dia jelaskan bahwa sebenarnya US dan Negeri Jiran juga sudah menawarkan untuk dipatentkan saja dinegeri itu, dengan kompensasi bahkan jabatan yang luar biasa. Karena formulanya pernah ditest badan antariksa dan bisa untuk melapisi pakaian astronout agar tahan api dan panas, serta bisa untuk memadamkan kebakaran, itu penjelasannya. Yang menarik, dia katakan bahannya dari Cassava.
Kemudian saya ingat yang dia jelaskan bahwa Menteri Transmigrasi, Prof AM Hendropriyono pernah
memadamkan kebakaran lahan hutan memakai produk dengan formula berbahan cassava.
Singkatnya, kemudian saya diberikan dokumen tentang formula yang akan dimintakan patentnya di Indonesia, sesuai keinginan kakaknya agar menjadi milik Indonesia. Dokumen itu kemudian saya serahkan kepada Almarhum Mas Rozy Munir Menteri BUMN waktu itu dan sepanjang yang saya tahu, mungkin sempat bertemu dan mempresentasikan semua itu. Namun kelanjutannya wallahualam, karena Gus Dus keburu turun, tidak menjabat lagi.
Karena issue ini menjadi burning issue, maka saya browsing, cari informasi dengan pertanyaan tentang menteri transmigrasi dan siapa nama penemu formula itu, dengan memberikan clue Ph.D/tamatan luar negeri, chinesse dari Surabaya. Dan informasi dari google yang merujuk juga media seperti kompas, detik, dan lainnya. Dan informasi itu saya sarikan sbb:
Klarifikasi nama, istilah, dan fakta sejarah terkait informasi tersebut agar lebih akurat:
Pelaku Utama: Prof. A.M. Hendropriyono
yang pernah menjabat sebagai Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan pada masa Kabinet Reformasi Pembangunan (1998–1999),
seorang jenderal purnawirawan TNI dan guru besar intelijen yang puluhan tahun lalu melakukan riset mengenai pemanfaatan bahan lokal untuk pemadaman kebakaran.
Produk yang dikembangkan dan diuji coba oleh tim beliau menggunakan basis pati singkong (tapioka). Zat pemadam berbahan dasar singkong termodifikasi ini salah satunya diberi nama teknis CASSA-P.
Pada masa jabatannya dan dalam riset jangka panjangnya, produk berbasis pati singkong ini memang dirancang untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di lahan gambut.
Bukan tepung kering murni: Tepung singkong mentah dilarang dilempar langsung ke api karena partikel keringnya justru bisa memicu ledakan debu (dust explosion).
Berbentuk Gel Retardan: Pati singkong tersebut dimodifikasi kimiawi dan dicampur dengan air serta zat penghambat api (ammonium polyphosphate) membentuk cairan kental atau gel.
Mekanisme: Saat disemprotkan ke lahan yang terbakar, gel singkong ini bekerja sebagai fire retardant (penahan api). Sifatnya yang sangat rekat membuat cairan pemadam menempel lebih lama pada vegetasi/tanaman dan memutus pasokan oksigen ke titik api.
Gagasan dan hasil riset lawas era Hendropriyono ini kembali ramai dibahas setelah pemerintah secara resmi mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengkaji metode taktis pemadaman lahan berskala besar menggunakan alternatif berbasis ubi atau singkong.
Kemudian pertanyaan tentang peneliti tersebut, jawabannya adalah: Benar sekali, sosok di maksud adalah Randall Hartolaksono. Beliau adalah ilmuwan keturunan Tionghoa asal Surabaya (arek Suroboyo) yang menemukan formula anti-api revolusioner berbasis saripati singkong.
Berikut adalah pelurusan informasi mengenai latar belakang dan pencapaian internasionalnya yang luar biasa: Profil dan Pendidikan Randall Hartolaksono
Asal: Lahir di Surabaya pada 16 Maret 1956.
Pendidikan: Beliau bukan lulusan AS atau Jerman, melainkan lulusan Universitas London (Queen Mary College), Inggris, jurusan Teknik Mesin. Gelar PhD atau pengakuan ilmiah tertingginya diraih setelah berhasil mempertahankan teori penemuannya di hadapan komunitas akademis Inggris.
Penemuan Formula Secara Tidak Sengaja (1979)
Saat meneliti saripati kulit singkong untuk bahan pelumas engsel robot, cairan tersebut tidak sengaja tumpah ke api dan seketika memadamkannya. Setelah diteliti lebih lanjut, zat aktif bernama Tripotassium Citrate di dalam singkong terbukti mampu memutus reaksi kimia berantai pada api (teori radikal bebas).
Digunakan oleh NASA dan Korporasi Global
Informasi Anda mengenai NASA sangat akurat. Formula ciptaan Randall terbukti lolos uji laboratorium internasional yang ketat. Beberapa produk patennya—seperti PyroTex, Flameblok, dan Ignisblock—akhirnya digunakan secara masif di dunia internasional:
NASA: Menggunakan formula ini sebagai salah satu lapisan anti-panas dan anti-api pada pakaian astronot serta material pesawat luar angkasa mereka.
Otomotif & Balapan: Digunakan untuk pelapis mobil balap Formula 1 (F1) serta komponen cat tahanj panas pada pabrikan dunia seperti Ford.
Industri Energi: Menjadi standar keselamatan untuk melapisi instalasi kilang minyak milik perusahaan raksasa seperti Petronas.
Semoga masyarakat kita meningkat menjadi masyarakat membaca dan para pemimpin mau dan senang mendengar “listen to learn , learn to listen”.
_Penulis adalah Pengamat Birokrasi dan Penerintahan_




